Wednesday, September 18, 2019

Nonton Film GET OUT dan Membicarakan Rasisme Dalam Keseharian


Pojok Pustaka PTK kembali mengadakan kegiatan nonton film yang disertai dengan diskusi.  Kegiatan yang diberi nama Sinema Pojokan ini, sebelumnya direncanakan untuk diadakan rutin setiap bulan. Untuk bulan September ini Sinema Pojokan memilih Get Out, sebuah film horor/thriller yang penuh dengan pesan - pesan terkait masalah rasisme di Amerika Serikat. 
Kegiatan kali ini seperti kegiatan nonton film sebelumnya diadakan di ruang tamu Parklife Space yang juga satu lokasi dengan perpustakaan Pojok Pustaka PTK. Peserta sudah mulai berdatangan setengah jam sebelum kegiatan dimulai. Yang menyenangkan adalah pada kegiatan kali ini ada wajah - wajah baru yang hadir, tentu ini berdampak positif ketika diskusi diadakan setelah film selesai diputar.
Film GET OUT bisa dibilang unik, karena menyorot masalah rasisme dan memvisualisasikannya melalui cerita horor. Adegan - adegan drama yang mengerikan, banyak teka - teki yang memaksa kening mengkerut, tidak menyamarkan pesan - pesan mengenai permasalahan rasisme yang dibawa film ini.
Foto oleh : Elisabet Tening

Foto oleh : Elisabet Tening

Peserta yang menonton film begitu juga yang mengikuti diskusi kira - kira ada 20 orang. Suasana diskusi berjalan menyenangkan, beberapa peserta berbagi apa yang mereka lihat dan pahami dari film serta contoh kejadian rasisme seperti apa yang mereka lihat dalam keseharian. Masalah rasisme sesungguhnya juga sesuatu yang ada dan nyata dalam hidup keseharian di Indonesia dan Pontianak khususnya. Memang kita tidak bisa menyamakan rasisme seperti yang terjadi di Amerika Serikat dengan seperti yang terjadi di Indonesia. Tapi para peserta disksui sepakat bahwa memang dalam keseharian kita telah terjadi "normalisasi" dalam memandang rasisme di Indonesia, sesuatu yang sangat menyedihkan dan membahayakan mengingat Indonesia dan khususnya Kalimantan Barat pernah mengalami tragedi rasisme yang sangat besar pada 1996 hingga 1998. Namun rasisme dan bibit - bibitnya yang hampir tak terlihat tentu saja bisa dikalahkan melalui hal - hal sederhana dalam hidup kita sehari - hari. Salah satunya adalah kesediaan untuk membuka pergaulan seluas - luasnya melampaui batas - batas etnis, suku, agama, dan ras. Film juga dilihat merupakan sebuah media yang bisa memberi peran yang besar dalam memberikan edukasi yang bisa mencegah dan mematikan rasisme. Pada akhirnya kita juga harus mau memberikan diri kita untuk mematahkan ataupun membantah setiap pernyataan - pernyataan bernada rasisme yang biasa kita dengar dalam hidup kita sehari - hari. 

 

No comments:

Post a Comment