Monday, August 12, 2019

JoeMillion X Indra Menus : Ketika Rapalan Kata Berkawin Mesra Dengan Gelombang Suara

Teman - teman pembaca ada yang belum kenal Indra Menus? Ya mungkin saja masih banyak yang belum kenal ya. Beliau adalah seorang teman, sumber inspirasi, musisi, aktivis skena, pegiat zine, dan juga jagoan nggerus dari Yogyakarta. Bagaimana dengan Joe Million? Seorang rapper asal Papua yang belakangan namanya kian mencuat dengan style rap yang rapat dan panjang - panjang. 

Dan apa yang ada di benak kalian semua ketika mendengar perpaduan antara hip hop/rap dengan eksperimental noise? Mungkin beberapa ada yang langsung menunjuk pada lagu Barisan Nisan milik Homicide. Nah, kita juga bisa mendengar perpaduan antara rangkaian bunyi eksperimental noise dengan deretan rapalan kata yang cepat melalui buah karya kolaborasi rap dan eksperimental noise pada proyek kolaborasi antara Joe Million dan Indra Menus ini.

Sumber : Indra Menus

Tahun 2018 lalu adalah awal mula kolaborasi lintas genre ini. Rekaman empat track yang sebelumnya dirilis via toko digital lalu dikemas ulang dalam format kaset oleh Otakotor Records dan Noise Bombing. Sambutan yang didapat pun beragam mulai dari pro dan kontra ketika mendengarkan perpaduan Rap yang ngebut dengan eksperimentasi Noise. Memang hasil komposisi yang dihasilkan kolaborasi ini tidak mudah untuk dikonsumsi bagi semua orang. Seiring berjalannya waktu, dari hasil promosi tradisional mulut ke mulut, sampailah rilisan ini ke Perancis yang kemudian membuahkan hasil diundangnya mereka untuk bermain di Prisme Festival. Dikutip dari laman website-nya, festival tahunan yang diselenggarakan di Nantes (Perancis) ini adalah “sebuah event yang bertujuan untuk merayakan praktik dan dinamika film analog saat ini serta mempromosikan jaringan yang berkomitmen untuk pengembangannya, eksperimen artistik secara umum, dan filosofi Do It Yourself.”

Pada pertengahan tahun 2019 ini kolaborasi mereka berlanjut, selama seminggu Joe Million dan Indra Menus melakukan marathon brain storming ide untuk membuat komposisi baru kolaborasi kedua mereka. Untuk mendapatkan ilham dalam menulis lirik pun Joe tak segan melakukan perjalanan spiritual di pagi buta ke gumuk pasir pantai Parang Tritis. Maka terciptalah lima lirik baru yang kemudian ditambah satu lirik lama yang digubah ulang musiknya untuk kemudian direkam di Watchtower Studio, Yogyakarta. Masih bersama engineer Bable Sagala (Risky Summerbee & The Honeythief/Metalic Ass), ke enam lagu berhasil dieksekusi secara live selama tiga jam rekaman. Selain direkam, hasil workshop penulisan lagu tersebut kemudian akan di-presentasi-kan bersama dalam sebuah showcase. Showcase lagu – lagu hasil kolaborasi ini telah diselenggarakan pada tanggal 7 Juli 2019 di Arkadia Communal Space, Yogyakarta.
 

Pada salah satu lagu dari rilisan terbaru, mereka mengajak Jandon Banyu dari BDB untuk mengisi beatbox di satu lagu lama Joe berjudul “Sindikat Indie”. Berkat part beatbox yang disemburkan Jandon, komposisi ini tersimak lebih rancak dengan balutan suara modular synth dan dentingan waterphone yang dipukul secara random. Lagu yang bercerita tentang pergerakan musik independen di arus industri ini dipilih sebagai single andalan untuk album kolaborasi kedua mereka. Lagu ini sudah bisa dinikmati melalui link: http://bit.ly/JoeMillionIndraMenusSindikatIndie

Rencananya keenam lagu ini akan dirilis dalam format kaset bertepatan dengan gelaran Cassette Store Day 2019 di bulan Oktober nanti. Tak berhenti disitu mereka juga berencana untuk bermain di Prisme Festival, Nantes (Perancis) akan dilanjutkan dengan tour ke beberapa kota lain di Perancis, Belgia dan Swiss. Tour ini akan dimulai di Brussel (Belgia) pada 3 Desember, menyusuri beberapa kota di Perancis, Swiss dan berakhir di Paris tanggal 15 Desember.

No comments:

Post a Comment