Thursday, July 11, 2019

Sambutlah KANDALA, kekuatan baru dari skena musik Palembang

Datang dari daratan Palembang; dibentuk pada penghujung tahun 2016 lalu, KANDALA adalah darah baru dalam hingar bingar skena musik keras nasional. Melebur riff riff klasik Anti Cimex, Dismember, Nihilist, Dissection, Slayer, Sodom dan Bolt Thrower yang dituang  kedalam tungku hitam perapian, membentuk senyawa kotor lalu ditempa dengan kasar sebagai bahan bakar musikalitas. Perlu diketahui, KANDALA sendiri merupakan interpretasi dari bahasa indonesia yaitu Candala. Yang berarti: rendah, hina, nista. lalu kami representasikan menjadi Kandala, agar aksennya terdengar  lebih tegas ketika diucapkan.


Untuk saat ini KANDALA telah merilis sebuah album berjudul Majal. Rekaman album tersebut dimulai dari bulan September sampai Desember 2018 di Blacksheep Studio kemudian langsung dilanjutkan ke tahap proses mixing & mastering di AD Studio, semuanya berada di Palembang. Dan berita yang menyedihkan adalah, waktu tahap produksi album hampir selesai, drummer Rizki ‘Blastbeats’ Apriananda (1995 – 2019) meninggal dunia. Sebuah kenyataan yang sangat sulit untuk diterima begitu saja, terutama untuk semua yang ditinggalkan, dalam benak tersirat masih menyimpan tanda tanya besar hingga hari ini.

Akhirnya 20 April 2019 bertepatan dengan perayaan Record Store Day 2019, resmi dirilis album Majal dalam format CD (digipack) dibawah naungan Disaster Records. Berisikan lagu - lagu yang menggunakan bahasa Indonesia , mengangkat tema lirik tidak terlalu muluk: seputar realitas keseharian, kritik-sosial-politik yang dirasa bersinggungan langsung dengan kehidupan. Majal sendiri sepakat dipilih sebagai judul album karena sangat mewakili citra Kandala secara esensi sebagai sebuah band. Di dalam sub-bahasa masyarakat Palembang, “Majal” adalah kata yang memiliki konotasi negatif.”


Momentum inilah yang menjadi materi pembelajaran hidup sekaligus sebuah catatan kelam mentalitas perjalanan Kandala sebagai sebuah band. Hingga saat kabar ini ditulis, KANDALA telah merampungkan tur dalam rangka promo album Majal ke berbagai kota di pulau Jawa dan Sumatera. Sebuah gerakan yang patut diperhitungkan dan memantik semangat band - band lain (khususnya) dari luar pulau Jawa untuk juga aktif berkarya dan menyuarakan karya tersebut seluas - luasnya.

Selamat Menikmati. Mari Rayakan, Majal!





KANDALA adalah:
Blastbeats (1995 - 2019)
Sarkasdamus
Darkvert
Discard
Panganoia
“Posisi drums kini dibantu oleh Bimo dari Euphony.”

KANDALA dihubungi melalui :
instagram.com/kandala.ibliss | kandala.ibliss@gmail.com


Ditulis oleh : Ari dan Aldiman Sinaga
Sumber foto dari Kandala dan Disaster Records

No comments:

Post a Comment