Tuesday, February 26, 2019

MERAH JINGGA Melebihi Stereotipe Folk Senja

Warna merah jingga tentu identik dengan senja, tentu saja senja yang cerah tanpa hujan. Senja selama beberapa tahun belakangan pun diidentikkan dengan folk, indie, ataukah sebaliknya folk dan indie yang diidentikkan dengan senja? Sejujurnya hal ini sungguh membingungkan. Senja milik seluruh manusia, itu anugerah Sang Pencipta untuk seluruh umat manusia. Bukan hanya milik penikmat folk dan indie saja. Tapi ya sudahlah, stereotipe ini boleh diyakini ataupun dianggap tidak ada saja sekalian.

Pertama sekali mengenal band dari Pontianak bernama MERAH JINGGA, sontak saya langsung menghela nafas "aduh apa lagi ini?". Oke saya salah waktu itu, saya sudah jadi korban stereotipe dengan menjustifikasi sesuatu tanpa mengenalnya lebih dahulu. Ternyata MERAH JINGGA band yang sudah punya cerita perjalanan lumayan berliku dalam sejarah singkat hidupnya. Dimulai dengan konsep full band yang memainkan ala - ala dreamy pop, lalu ditinggal pergi oleh para personil dan sempat berformasi dua personil dengan musik folk ala - ala Amerika, dan tiba - tiba berangkat sendirian(ya waktu itu format berdua sih) ke Raon Fest nun jauh di Sibolangit-Sumatera Utara sana. 

Kini MERAH JINGGA seperti dilahirkan kembali dengan semangat dan warna yang berbeda. Entah kapan semua perubahan ini dimulai. Dari panggung ke panggung mereka semakin mencuri perhatian dengan konsep musik yang berbeda yang ditampilkan. Tetap memainkan pop akustik tapi dengan sentuhan yang lebih etnik tradisional dengan menggunakan instrumen - instrumen seperti jimbe, suling, sape', dan beberapa perkusi lainnya.

Beberapa hari lalu channel YouTube Djagad Karja menampilkan MERAH JINGGA sebagai salah satu talent di program mereka MUSIC ON DJAGAD KARJA. Penampilan MERAH JINGGA sungguh membius dan benar - benar memuaskan telinga (sayang gak sampai memuaskan mata ya visual video nya). Lagu - lagu MERAH JINGGA memang tidak sampai memakai bahasa daerah maupun menyentuh tema - tema cerita rakyat, tapi usaha untuk membawa unsur musik etnik tradisional ini bagi saya sungguh patut diapresiasi. Setelah menonton seluruh lagu yang mereka mainkan di video tersebut, tiba - tiba jadi teringat video Sigur Ros Live From Heima. Rasanya menarik menonton MERAH JINGGA di suatu tempat dengan lanskap alam terbuka di Kalimantan Barat.


No comments:

Post a Comment