Sunday, August 26, 2018

#TERBITLAHTERANGTOUR 31-07-2018 "Sudah setengah Pulau Kalimantan"

Hari ketiga di Palangka Raya, kami semua sudah bersiap menuju ke Pa’chie Café untuk melakukan cek sound dan persiapan gig nanti malam. Hanya butuh dua jam untuk cek sound, karena ketika kami tiba semua kebutuhan set di panggung sudah terpasang hampir sempurna, kami hanya sedikit menambah beberapa perangkat untuk kebutuhan kami. Masing-masing personil mulai menyetting instrumen mereka, setelah itu mencoba memainkan dua buah lagu sementara yang lainnya menyeimbangkan suara yang keluar. Setelah segala sesuatu dirasa sesuai kemauan, kami pulang ke rumah Wawan untuk mempersiapkan diri.

Di rumah, kami sibuk membongkar persediaan baju dan mencari mana yang belum dipakai untuk manggung. Bahkan ketika sudah menentukan pilihan, masing-masing dari kami sering saling meminta saran seperti  “Cocok ndak nih? Bagus yang mane ye? Baju gelap ke cerah ye? Pake topi ke ndak ye?”. Ya, kami rasa tak jauh beda dengan persiapan Girl Gang ketika mau pergi ke sebuah party di malam hari, hahahaha.

Sekitar jam 8 malam kami sampai di lokasi gig Terbitlah Terang Tour 2018 Kota Palangka Raya, dan gig baru akan dimulai. Perlahan-lahan halaman Pa’chie Café mulai ramai oleh para penikmat musik yang mulai berdatangan. Bahkan disana juga ada teman-teman dari band BERLIMA, salah satu band yang menembus final Meet The Labels 2015. Gig pun dimulai ketika halaman sudah hampir sesak oleh mereka yang datang.



Urutan pertama diisi oleh Demonicca Daver yang memainkan musik beraliran Brutal Death Metal. Mereka perform dengan iringan sequencer, karena band ini hanya beranggotakan dua orang, yaitu gitar dan vokal. Selanjutnya adalah Nature of Depravity, band yang diisi oleh Wawan sebagai pemain drum. Kami semua maju ke depan untuk melihat penampilan dari pemilik rumah yang kami tumpangi itu. Nature Depravity mengusung genre Thrash Metal. Band yang tampil di urutan ketiga adalah Inside Memories. Dan band terakhir sebelum giliran kami adalah Dwazed yang mencoba menurunkan tempo dengan musik Alternatif Rock nya.

Akhirnya semua penampilan band Palangka Raya selesai, kami pun naik ke panggung. Memainkan semua lagu di album Terbitlah Terang. Setelah kurang lebih satu jam, akhirnya penampilan kami ditutup dengan memainkan single Rewind. Betapa senangnya ketika sebagian dari mereka yang hapal ikut bernyanyi bersama kami. Itu adalah bagian yang paling menyenangkan dari kehidupan bermusik.



Dan tur di Palangka Raya selesai, kami sudah menyelesaikan setidaknya setengah dari perjalanan tur Terbitlah Terang 2018 chapter Kalimantan ini. Empat kota dari tiga provinsi di sebuah pulau terbesar di Indonesia, Kalimantan, yaitu Samarinda (Kaltim), Balikpapan (Kaltim), Banjarmasin (Kalsel), dan Palangka Raya (Kalteng). Sebuah perjalanan panjang yang awalnya terkesan mustahil bagi kami maupun bagi mereka yang mendengar rencana gila ini, akhirnya kami mampu membuktikan. Dari semua teman di setiap kota yang kami singgahi, semua sepakat dan kompak mengatakan bahwa kami Wai Rejected berhak mengklaim tur ini adalah tur darat pertama yang dilakukan oleh sebuah Band, baik itu band Kalimantan maupun band luar Kalimantan.

Besok kami akan kembali ke kota asal Pontianak untuk beristirahat beberapa hari sebelum melanjutkan setengah akhir dari tur ini di kota Kuching (Malaysia), Sintang, Sanggau, dan Singkawang. Sudah saatnya bertemu dengan keluarga yang sudah lama ditinggal, anak istri yang sempat dilalaikan oleh karena ide gila ini. Salam hangat dari kami, Wai Rejected.


Ditulis oleh : Theo
Diedit oleh : Aldiman Sinaga
Foto oleh : WR Management Team


No comments:

Post a Comment