Sunday, August 26, 2018

#TERBITLAHTERANGTOUR 29-07-2018 "Datang tak diundang, pulang sebagai keluarga"


Ini adalah hari terakhir kami di Banjarmasin. Siang itu Afif, Ayub, Ozy, Gori, Istrinya Gori dan dua anaknya(Ceta & Ucay) mengantar kepergian kami. Bahkan kami masih disajikan makan siang oleh istri Gori. Nasi putih panas, oseng tempe, oseng usus ayam, bakwan jagung, dan sambal menjadi menu penutup kami di Banjarmasin. Kalo kata Ilham (salah satu tim crew WR), “lepas dah makan siang, hahaha”.

Sebelum berangkat kami sempat berfoto di halaman rumahnya Gori. Kurang lebih 5 hari kami menginap disana, melewatkan malam - malam yang menyenangkan. Tempat kami menguras semua kelelahan, tempat kami bersembunyi dari panas siang dan dingin malam. Memang rumah ini terlihat sederhana, tersusun oleh papan-papan usang, tapi semua terkesan mewah bagi kami yang memang tak bermodal banyak dalam rangkaian tur panjang ini. Kami benar-benar berterimakasih untuk semua kebaikan dari mereka. Kami datang sebagai tamu tak diundang, namun pergi sebagai keluarga. Kami saling berpelukan dan pergi tanpa kerelaan.

Dalam perjalanan menuju Palangkaraya, mobil kami mengalami kerusakan. John yang banyak paham tentang mesin mencoba untuk memperbaiki kerusakan, diagnosanya adalah pengapian dari busi. Karena kekurangan alat untuk sementara kerusakan belum dapat diperbaiki, kami akhirnya memutuskan untuk berjalan pelan sambil mencari bengkel terdekat. Hidup ya gitu, ada senang ada susah.

Setelah satu jam berjalan pelan, akhirnya kami bertemu dengan bengkel reparasi mobil. Yesss. Diagnosa dari sang Menteri Elektronik Republik WR si John tak meleset, kerusakan memang di pengapian, tapi bukan busi yang bermasalah. Kami harus merogoh kocek lebih dalam karena harus mengganti koil yang rusak. Harganya lumayan mahal, kira - kira Rp 400.000,-. Dan perjalanan kami lanjutkan.

Langit sore terlihat cerah ketika kami sampai di Jembatan Tumbang Nusa. Kami pun tak melewatkan kesempatan berpoto di jembatan terpanjang seIndonesia ini, yaitu kurang lebih 10,3 km. Sekedar informasi, jembatan ini terletak di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah dan diresmikan pada Juli 2013.

Kami sampai di Palangka Raya pukul 19.00 Wib ketika hujan tengah turun dengan sangat derasnya. Kami sudah berjanjian dengan Bang Ameng pemilik Pa’chie CafĂ©, di sinilah nantinya gig tur kami akan diselenggarakan. Saat berkenalan kami mengetahui bahwa ternyata Bang Ameng berasal dari Pontianak juga. Kami disajikan kopi khas Pontianak oleh Bang Ameng, beliau berani menjamin kalau rasanya tak kurang sama dengan rasa kopi di salah satu warung kopi terkenal di Pontianak.
Di sana kami berkenalan dengan Herman vokalis dari band Catatan Kaki, kami sempat diajak melihat video live perform mereka. Dan senangnya ketika Herman memutuskan untuk membeli rilisan fisik kami.

Akhirnya jam 12 malam  kami diantarkan ke rumah milik Wawan (salah satu drummer band metal Palangka Raya), di sinilah kami akan menumpang beberapa hari selama di Palangka Raya. Maklum, duit bekal semakin menipis. Kami disambut oleh Wawan yang sebelum kami tiba masih tertidur pulas dan terbangun oleh gedoran pintu dari teman-teman Palangka Raya. Mengawali perkenalan kami dengan Wawan, kopi disajikan oleh tuan rumah sebagai kata sambutan. Beberapa tim yang kelelahan langsung beristirahat, sisanya berbagi cerita dengan Wawan.


Ditulis oleh : Theo
Diedit oleh : Aldiman Sinaga
Foto oleh : WR Management Team

No comments:

Post a Comment