Wednesday, August 1, 2018

#TERBITLAHTERANGTOUR 23 & 24 - 07 - 2018 "Meninggalkan Balikpapan, menuju Banjarmasin"


23 Juli 2018
Hari ini kami putuskan untuk menambah satu hari lagi di Balikpapan.
Siangnya, kami pergi ke warung kopi nusantara yang tidak jauh letaknya dari penginapan. Disana secara tidak sengaja kami berkenalan dengan Koh Erwin Wong, seorang bos batubara asal Pontianak. Perkenalan yang simpel, hanya karena si kokoh mendengar percakapan kami dengan logat melayu khas Pontianak, tanpa takut salah kokoh langsung menyapa kami. Arah obrolan berubah, kami jadi mendengar dan bertanya banyak hal kepada Koh Win. Bercerita seputar usahanya, seputar cara bertahan hidup di Balikpapan, serta saran dia untuk jalan tempuh yang aman menuju Banjarmasin. Dan terakhir, Koko Win ikut berpartisipasi dalam tur ini dengan membeli album kami. Josssss!
Tak lama kemudian Lukman seorang penyiar di KPFM datang menyusul, kami akrab semenjak interview dan gig kemarin. Obrolan berubah lagi, kini seputar ruang lingkup siaran, Lukman banyak cerita tentang bagaimana upaya radio disini agar mampu bertahan sementara kita tahu bahwa sebuah informasi semakin mudah didapat oleh masyarakat akibat kemajuan teknologi.
Obrolan dengan dua teman baru tadi sangat menambah pengetahuan kami, tema yang sebelumnya jarang kami obrolkan.
Malam harinya di penginapan. Teman-teman LaguLamaKolektif menjamu kami di malam terakhir ini. Minuman enak dan asap rokok memenuhi canda ria diantara kami. Langit semakin gelap dan kami semakin lelap dalam pertemanan tanpa celah ini. Tanpa terasa malam kian dekat dengan pagi. Kami semua pun beristirahat.


24 Juli 2018
Kami mau sedikit bercerita tentang seorang teman di Balikpapan yang menurut kami sangat menginspirasi. Adalah Ilham, vokalis dari band Flat Head yang kemarin ikut tampil. Anak muda berusia 18 tahun ini adalah seorang penderita tourette syndrome. Sebuah penyakit neuropsikiatrik yang membuat seseorang mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan tanpa bisa mengontrolnya. Info lengkapnya silahkan browsing aja ya. Hehe.
Buat kalian yang pernah melihat langsung bagaimana tingkah laku penderita sindrom tourette, pastilah kalian sadar betul bagaimana susahnya mereka untuk sebisa mungkin mengontrol gerakan dan ucapan spontan agar tidak keluar sesering mungkin, agar tidak mengganggu orang lain di sekitarnya. Ilham bahkan harus mengulum tutup botol air mineral agar lebih mudah mengontrol gerakannya. Hebatnya, dia tak sedikit pun merasa minder dan malu dengan kekurangannya. Bahkan kami terkagum-kagum ketika melihat Ilham diatas panggung, tanpa tutup botol di mulutnya gerakan dan ucapan aneh tanpa ditahan lalu dikeluarkannya dan bahkan dengan frekuensi lebih rapat, itu menjadi sebuah aksi panggung yang keren yang terjadi secara alamiah. Begitulah cerita tentang Ilham, tanpa sedikitpun minder dengan kekurangannya, penampilannya diatas panggung layaknya seorang Jim Morrison.
Kembali ke cerita perjalanan tur kami. Jam 9 pagi rombongan turun dari penginapan untuk mengisi perut. Selesainya, beberapa dari kami ngopi dan sisanya pergi ke bengkel untuk check up mesin dan ganti oli. Sisanya di penginapan mengemas barang-barang bawaan agar tak satupun tertinggal. Jam 19.00 WITA, kami meninggalkan penginapan dan melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin, kota ketiga dalam rangkaian tur ini.
Didepan penginapan, kami berpamitan dengan teman-teman Balikpapan, hanya ada Mas Boim, Ardat dan Ilham yang mengantar kepergian kami. Kami semua saling berpelukan untuk beberapa saat. Pesan kami hanya satu kepada mereka, kami tunggu di Pontianak dan akan membayar semua kebaikan mereka.
Sebelum melakukan perjalanan jauh, kami kembali mengisi perut. Perjalanan menuju Banjarmasin kemungkinan memakan waktu 12 jam perjalanan, jangan biarkan perut kalian kosong! Haha. Dan tak lupa juga kami mengisi persediaan bahan bakar.

Sekitar Jam 10 malam waktu setempat kami tiba di Pelabuhan Penyeberangan antara Balikpapan-Penajam. Kemudian kami harus menjalani satu jam terombang ambing diatas kapal, dan kali ini ombak terasa lebih kencang menampar dibanding perjalanan pertama kemarin.
Sampai di Penajam sudah jam 00.00 Wita. Kembali kami melanjutkan perjalanan darat yang membosankan. Sepanjang jalan yang kami lalui sebagian besar tanpa lampu penerangan jalan, dan membuat pemandangan sekitar kurang dapat dinikmati.
Kendala yang harus dihadapi selama perjalanan adapun antara lain : sebagian besar jalan tanpa ada lampu penerangan, tidak ada SPBU 24 jam, situasi jalan begitu sepi dan rawan perampokan. Untung saja aspal jalannya bagus sehingga kami tak perlu mengendurkan gas dan tetap melaju kencang.

Teks : Theo
Foto : WR Team
Editor : Aldiman Sinaga

No comments:

Post a Comment