Friday, August 31, 2018

#TERBITLAHTERANGTOUR 10&11-08-2018 "Semua ini adalah sejarah untuk kami Wai Rejected"

10 Agustus 2018
H-7 Hari Raya Kemerdekaan Indonesia, semoga setelah ulang tahunnya Negara kita g gini-gini aja. Amin


Tinggal satu kegiatan kami hari ini, berkunjung ke Kece Café untuk meminta izin kepada pemiliknya agar gig tour kami bisa diadakan di sana. Pemiliknya adalah Bang Berry, namun saat jam 10 pagi kami kesana beliau masih ada kerjaan di dalam hutan. Sekedar info Bang Berry adalah seorang aparat kepolisian dan yang kami dengar beliau sedang mengejar buron yang kabur ke hutan. Sayangnya kami tak sempat menanyakan kasusnya, yang pasti bukan tindak pidana korupsi. Lagipula di dalam penjara pun para terpidana korupsi tetap hidup nyaman seperti di luar penjara. Ngapain mereka harus kabur ke hutan? Hahahaha

“Korupsi adalah kejahatan luar biasa, tindak keji merampok hak-hak warga Negara. Menghina akal sehat jika penjara malah amat mewah”, kutipan dari Pura-Pura Penjara oleh Najwa Shihab.

Di sana, kami bertemu dengan Eki bassist band V-five, dia yang menjadi orang kepercayaan bang Berry untuk mengurus Kece Café. Obrolan tidak berlangsung lama karena memang sebelumnya Pieter telah menghubungi bang Berry via telpon. Dan akhirnya deal acara akan diadakan di Kece Café besok malam.

Setelah itu, kami semua ngopi di tempat kemarin. Di sana juga ada teman-teman KOMISI juga ada Faisal She’s Bro dan Bang Arif.

Sore hari menjelang malam kami habiskan di alun-alun kota. Alun – alun tersebut menghadap ke sebuah sungai yang tengah surut. Suasana diterpa hembusan angin yang menyenangkan dan berada di tempat asing di tengah teman baru, semua yang terjadi selama tur ini akan sulit diulang kemudian hari, semua ini adalah sejarah untuk kami pribadi dan kami sebagai Wai Rejected.

“Hidup adalah keindahan sesaat di dunia yang sesat”
  



11 Agustus 2018
Sebagai seorang anak band atau musisi, tak ada hal yang lebih menyenangkan daripada berdiri di atas panggung dan memainkan karya sendiri. Dan hari ini kami akan memperkenalkan semua lagu di album Terbitlah Terang kepada para penikmat musik di kota Sintang. Semoga apa yang direncanakan berjalan lancer, agar terbayar lunas semua kerja keras kami demi gig di sini.

Tepat jam 11 siang kami tiba di Kece Café dan disambut dengan kondisi listrik padam. Kami mulai memasang set keperluan panggung hingga jam 2 siang, dan sementara listrik belum juga menyala. Ketika kami sedang bosan-bosannya menunggu listrik nyala, datanglah bang Berry sang pemilik cafe. Kami semua berkenalan dan bercerita panjang lebar dengannya. Di balik wajahnya yang berkarakter keras bahkan bisa dibilang sangar, bang Berry adalah sosok yang sangat menyenangkan ketika berbicara dan sangat baik perlakuannya kepada kami. Kami pun tak segan untuk bercanda sembari membuang penat bersama Bang Berry.

Sekitar jam 5 listrik baru menyala. Kami pun berlomba dengan waktu yang sudah tak panjang lagi, agar secepatnya dapat menyelesaikan check sound. Check sound adalah sebuah ritual yang wajib dilakukan karena hal ini adalah salah satu faktor penting demi tercapainya klimaks ketika tampil. Maka dari itu kami masih heran bahwa banyak diantara teman-teman band lain yang menganggap hal tersebut tidaklah penting.

Sekelas band nasional saja masih tetap melakukan check sound waktu tampil di Pontianak, dan oleh karena itu kami yang hanya band “lokal” kerap kali menjadi korban oleh perlakuan diskriminatif dari pihak vendor soundsystem ketika check sound, hahaha. Menurut kami, acara akan berjalan dengan baik ketika terwujud kerjasama yang baik antar semua pihak, salah satunya pihak talent dan pihak vendor soundsystem.

Kami datang kembali ke venue pada jam 8 malam ketika acara baru saja dimulai. Penampil pertama adalah The Moon, kesan pertama ketika melihat mereka membuat kami teringat pada band dengan lagu-lagunya yang sangat digandrungi kaum hawa di Pontianak, Coffternoon. Ya kedua band tersebut berkonsep hampir sama, hanya saja The Moon tanpa pemain biola. Setelahnya menyusul penampilan band Tiberias, band asal Pontianak ini memang sengaja ikut bersama kami berkeliling tur di sekitar Kalimantan Barat. Band terakhir sebelum kami tampil adalah V-five. Band asal Sintang yang berhasil membuat semua penonton ikut bernyanyi.

Giliran kami Wai Rejected. Membawakan delapan lagu di album Terbitlah Terang dan lagu Take Me Now yang merupakan permintaan langsung dari pemilik tempat. Dan semua penonton pun berhasil kami buat geram dengan penampilan kami. Kami tampil habis-habisan seolah besok akan kiamat. Tepuk tangan dan teriakan muncul di setiap jeda lagu. Kami berhasil membayar lunas semua jerih payah dan kerja keras di sini. Seolah mengalami orgasme, kami dan semua yang hadir sudah kehabisan energi untuk pulang ke peraduan masing-masing. Sambil memulihkan tenaga, kami bersalaman dengan semua teman yang telah membantu terwujudnya gig ini. Dan terakhir sekali kami semua berfoto tepat di depan pintu masuk Kece Café.




Ditulis oleh : Theo
Diedit oleh : Aldiman Sinaga
Foto oleh : WR Management

No comments:

Post a Comment