Tuesday, June 5, 2018

Review Rilisan : THE YEE "Season of You"




The Yee adalah satu dari beberapa band baru yang menakjubkan dalam jangka waktu lima tahun kebelakang di Pontianak. Lima tahun kebelakang memang ada banyak perubahan di skena musik Pontianak, mulai dari pola pengorganisiran gig sampai ke band – band baru (yang beberapa isinya wajah lama juga sih). Saya tidak tahu kapan tepatnya The Yee terbentuk, tapi penampilan mereka yang pertama kali saya tonton adalah di Record Store Day Pontianak 2016. Iya, Record Store Day 2016 yang berisi banyak kejutan dari band – band baru dan keren itu.
The Yee memainkan musik elektronik drum and bass analog, ya setidaknya itu istilah yang bisa saya ciptakan untuk menggambarkan tiga instrumen utama yang sama – sama saling memberi pengaruh dalam susunan aransemen lagu The Yee. Drum dan bass memang sebuah genre khusus dalam musik dance, tapi The Yee bukan memainkan drum dan bass seperti yang dimainkan oleh seorang DJ/producer. Petikan bass Jepank yang sebenarnya sangat sederhana tapi memberikan fondasi yang belemak untuk ketukan drum dari Ryan. Nah, poin plus nya bagi saya ada di permainan drum nya Ryan. Ryan sepertinya sangat serius dalam memilih sound drum untuk The Yee, baik dalam penampilan live maupun rekaman. Hal ini bukan hal sepele, mengingat sound yang dihasilkan dari drum set nya juga sangat berpengaruh kedalam nuansa lagu. Dan yang terakhir tentu saja band yang memainkan musik dance elektronik tidak lengkap tanpa pemain synthsizer/sampling. Dede yang sebelumnya dikenal sebagai pemain keyboard di band reggae, ternyata mampu memberikan banyak nada dan efek suara yang menarik di lagu – lagu The Yee.
Semua lirik lagu di album ini menggunakan bahasa inggris dan Deta (kalau memang benar dia yang menulis semua liriknya) melakukan tugasnya dengan baik, baik dalam menulis lirik bahasa inggris maupun menyanyikan semua lirik lagu ini. Saya ingat pernah melihat foto – foto ketika Deta pertama kali manggung dengan The Yee, dimana dia terkesan “terlalu anggun” untuk band seperti The Yee. Waktu itu saya pikir akan sulit untuk vokalis yang menunjukkan “pesona anggun” baik dalam penampilan dan cara menyayi untuk bisa menyatu dan menyanyikan musik electronic dance. Ternyata semua lagu di album ini berhasil dieksekusi dengan baik. Ternyata justru Deta bisa memberi karakter nya sendiri untuk lagu – lagu electronic dance. Lirik – lirik bahasa inggris dalam lagu The Yee bisa dipahami karena tidak terlalu banyak menggunakan metafor, tapi sangat jauh dari kesan “terlalu sederhana” apalagi “ngasal”.
Hingga tulisan ini saya buat, saya tidak mau memilih satu lagu favorit. Kalian perlu mendengarkan semua lagu di album ini. Oiyah, mungkin seandainya harus mengkritik saya kira perlu sedikit bunyi yang lebih ramai lagi nanti di karya – karya The Yee berikutnya. Bunyi yang lebih variatif baik itu dari bass, drum, maupun synthesizer. Saya berkhayal The Yee bisa menyajikan musik EDM dalam format band yang sangat analog.

No comments:

Post a Comment