Tuesday, June 5, 2018

Review rilisan : Tiberias "V1.18"



TIBERIAS ! Band ini sering disalah sangka sebagai sebuah band worship, hahahaha. Tiberias turut meramaikan ajang Record Store Day Pontianak 2018 dengan merilis sebuah CD Single berjudul V1.18. CD single ini berisi dua lagu berjudul sama dengan versi yang berbeda.
Saya pertama kali menonton Tiberias di Kosong Kosong Festival 2017. Waktu itu penampilan mereka bisa dibilang kurang menarik. Tampil dengan konsep yang “jarang” di Pontianak seharusnya sudah jadi sebuah kekuatan untuk mereka menjadi daya tarik waktu itu. Tapi penampilan mereka di panggung seperti tidak saling mengenal dan ingin cepat selesai. Tampil dengan membawakan lagu – lagu cover juga menurut saya bukan pilihan yang tepat saat itu di event “sepenting” Kosong Kosong Festival.
Setahun berjalan setelah penampilan tersebut, Tiberias memperlihatkan banyak kemajuan. Salah satu yang paling penting adalah kemunculan mereka yang lumayan banyak di panggung – panggung musik Pontianak. Selain itu menurut saya, mereka juga mengelola manajemen dan social media appearence dengan baik. Dan bagi saya, puncaknya adalah di CD single ini.
V1.18 adalah CD single yang sesungguhnya juga CD Promo untuk Tiberias. Kehadiran mereka dalam format rilisan fisik seharusnya dimaksimalkan betul melalui CD Single ini. Terlebih lagi mereka juga memperhitungkan untuk memanfaatkan momen perilisan dengan mengambil momen Record Store Day.
Lagu PROOF yang dimasukkan kedalam CD Single ini sebenarnya sudah bisa kita dengar melalui video live session maupun video manggung yang sudah diupload di channel Youtube mereka. Lagunya keren! Saya bisa melepaskan mereka dari bayangan lagu – lagu cover yang mereka mainkan ketika pertama kali melihat mereka live. Kalian bisa bayangkan band – band Sub Pop yang non-grunge dengan mendengarkan lagu – lagu Tiberias. Bukan sebuah lagu yang liriknya enak dinyanyikan berulang – ulang sambil masak di dapur sih. Tapi ciri khas tersendiri yang mereka bawa ditengah – tengah riuh ramai band – band Pontianak saat ini, itu yang saya suka.
Sayang sekali, entah kenapa harus memasukkan lagu Proof remix version di CD Single ini. Rilisan fisik pertama untuk band yang belum berumur lama, seharusnya dimanfaatkan untuk memperdengarkan lagu – lagu Tiberias kepada sebanyak – banyaknya orang. Selain itu seandainya lebih banyak “Tiberias” lagi yang ditampilkan entah itu melalui liner notes, gambar – gambar, dlsb.

Review Rilisan : THE YEE "Season of You"




The Yee adalah satu dari beberapa band baru yang menakjubkan dalam jangka waktu lima tahun kebelakang di Pontianak. Lima tahun kebelakang memang ada banyak perubahan di skena musik Pontianak, mulai dari pola pengorganisiran gig sampai ke band – band baru (yang beberapa isinya wajah lama juga sih). Saya tidak tahu kapan tepatnya The Yee terbentuk, tapi penampilan mereka yang pertama kali saya tonton adalah di Record Store Day Pontianak 2016. Iya, Record Store Day 2016 yang berisi banyak kejutan dari band – band baru dan keren itu.
The Yee memainkan musik elektronik drum and bass analog, ya setidaknya itu istilah yang bisa saya ciptakan untuk menggambarkan tiga instrumen utama yang sama – sama saling memberi pengaruh dalam susunan aransemen lagu The Yee. Drum dan bass memang sebuah genre khusus dalam musik dance, tapi The Yee bukan memainkan drum dan bass seperti yang dimainkan oleh seorang DJ/producer. Petikan bass Jepank yang sebenarnya sangat sederhana tapi memberikan fondasi yang belemak untuk ketukan drum dari Ryan. Nah, poin plus nya bagi saya ada di permainan drum nya Ryan. Ryan sepertinya sangat serius dalam memilih sound drum untuk The Yee, baik dalam penampilan live maupun rekaman. Hal ini bukan hal sepele, mengingat sound yang dihasilkan dari drum set nya juga sangat berpengaruh kedalam nuansa lagu. Dan yang terakhir tentu saja band yang memainkan musik dance elektronik tidak lengkap tanpa pemain synthsizer/sampling. Dede yang sebelumnya dikenal sebagai pemain keyboard di band reggae, ternyata mampu memberikan banyak nada dan efek suara yang menarik di lagu – lagu The Yee.
Semua lirik lagu di album ini menggunakan bahasa inggris dan Deta (kalau memang benar dia yang menulis semua liriknya) melakukan tugasnya dengan baik, baik dalam menulis lirik bahasa inggris maupun menyanyikan semua lirik lagu ini. Saya ingat pernah melihat foto – foto ketika Deta pertama kali manggung dengan The Yee, dimana dia terkesan “terlalu anggun” untuk band seperti The Yee. Waktu itu saya pikir akan sulit untuk vokalis yang menunjukkan “pesona anggun” baik dalam penampilan dan cara menyayi untuk bisa menyatu dan menyanyikan musik electronic dance. Ternyata semua lagu di album ini berhasil dieksekusi dengan baik. Ternyata justru Deta bisa memberi karakter nya sendiri untuk lagu – lagu electronic dance. Lirik – lirik bahasa inggris dalam lagu The Yee bisa dipahami karena tidak terlalu banyak menggunakan metafor, tapi sangat jauh dari kesan “terlalu sederhana” apalagi “ngasal”.
Hingga tulisan ini saya buat, saya tidak mau memilih satu lagu favorit. Kalian perlu mendengarkan semua lagu di album ini. Oiyah, mungkin seandainya harus mengkritik saya kira perlu sedikit bunyi yang lebih ramai lagi nanti di karya – karya The Yee berikutnya. Bunyi yang lebih variatif baik itu dari bass, drum, maupun synthesizer. Saya berkhayal The Yee bisa menyajikan musik EDM dalam format band yang sangat analog.