Friday, February 16, 2018

Review Zine : PUNDAK LUTUT KAKI LUTUT KAKI Cawu 3



 Sumber foto : https://plklkzine.tumblr.com/

Zine kolektif dengan sentuhan – sentuhan kreatifitas, personal, dan imajinasi yang mantap. Zine ini merupakan kerja bareng dari tiga tokoh yang “bukan nama sebenarnya” yaitu Kim Sow Tong, Mas Bagong, dan Nona Nina. Zine Pundak Lutut Kaki Lutut Kaki (PLKLK) kali ini adalah edisi Cawu 3, edisi mau naik kelas. Kenaikan itu langsung dengan jelas diperlihatkan dari cover nya yang berwarna dan dicetak dengan printer laser profesional dan harga jualnya yang mendadak naik lima kali lipat. Harga tersebut adalah harga yang sungguh layak dibayar untuk mendapatkan zine PLKLK yang sungguh sudah naik kelas sampai ke dalam isinya ini. Mari kita bahas!

Kehadiran seorang yang baru kedalam duet Kim Sow Tong dan Mas Bagong sungguh memberi dampak yang luar biasa. Zine ini akhirnya bisa membuktikan kualitas “ke-indie-an” mereka jauh dari sekedar pamer playlist lagu – lagu band indie saja. Dia adalah Nona Nina, seorang gadis indie perantau di tengah kerasnya kota Jakarta. Nona Nina menyumbangkan dua buah interview dengan pertanyaan – pertanyaan nan unik dan nyentrik ciri khas anak – anak indie ibukota bersama Jason Ranti dan Indische Party (bahkan dari namanya saja kalian sudah langsung bisa tahu kalau mereka indie). Saya salut buat dikau Nona Nina, bisa – bisanya keberanianmu sungguh tinggi membahana dalam mencuri waktu mereka itu para tokoh indie untuk sekedar duduk dan ngobrol hal random dengan dirimu. Dan terakhir juga sebuah review dari pesta hura – hura bahagia dari ulang tahun ke enam band Indische Party. Yakk, umur enam tahun!!  Whatever!

Lalu bagaimana sumbangsih nya Mas Bagong dan Kim Sow Tong? Saya mengakui, mereka berdua kali ini cukup lihai mengimbangi Nona Nina yang cerdik cendekia dalam ber-jurnalisme. Rubrik andalan interview with someone i met dari Kim Sow Tong kali ini adalah obrolan santai pada suatu pagi bersama Razio Van Basten a.k.a Acun. Beliau adalah seorang tionghoa yang mungkin pada kehidupan sebelumnya adalah warga negara Belanda. Beliau adalah komisaris utama dari sebuah unit usaha bernama NASI KUNING ASO. Bingung? Semua pertanyaan kalian akan terjawab ketika membaca interview ini. Dan Kim Sow Tong juga menunjukkan jati dirinya sebagai WNI yang baik dengan turut serta menegakkan demokrasi di negara ini dengan mengirimkan surat kepada Bapak Jokowi (ada yang masih gak tahu beliau itu siapa? Kamu sungguh seorang ANARKIS sejati!). Kim Sow Tong melalui surat ini menunjukkan bahwa beliau masih sangat mengandalkan pemerintah untuk hidupnya, masih memberikan mimpi hidupnya kepada pemeritah, dan jelas Kiim Sow Tong bukan seorang anarkis.

Lalu apa kontribusi Mas Bagong di zine PLKLK Cawu 3 ini? Ah saya sudah lupa! Sekian.

PLKLK Zine punya tumblr : https://plklkzine.tumblr.com/

No comments:

Post a Comment