Monday, July 17, 2017

Rainforest World Music Festival 2017 : SVARA SAMSARA dan suara musik tradisional Indonesia

Suasana hari pertama Rainforest World Music Festival 2017 (RWMF 2017) sudah menjanjikan kemeriahan yang luar biasa untukk hari - hari berikutnya. Terdapat setidaknya sepuluh penampil di tiga panggung berbeda (Rainforest Theatre Stage, Rainforest Jungle Stage, Rainforest Tree Stage).




Kami mengamati situasi di Rainforest Tree Stage dan terpukau dengan satu - satunya penampil yang berasal dari Indonesia, SVARA SAMSARA. Grup ini berasal dari Depok, Jawa Barat dan jangan pernah membayangkan bahwa grup ini akan menampilkan musik khas Sunda ataupun pertunjukan wayang golek.  Mereka memainkan jenis musik tradisional yang sudah dikembangkan dan menggunakan instrumen yang bercampur dari daerah Sumatera Barat, Jawa Barat, Bali, dll.

SVARA SAMSARA berdiri sekitar bulan Januari 2015 di Rumah Kahanan, sebuah tempat milik Alm.Innisisri (pemain drum legendaris yang pernah bermain di Sirkus Barock, Kantata Takwa, dan SWAMI). Pada saat itu mereka merupakan lima orang personil yang berasal dari kota yang berbeda dan masing - masing memiliki kemampuan musik secara otodidak. Para personil belajar bermusik dengan cara saling mengajar dan saling belajar.




Suatu keberuntungan bahwa SVARA SAMSARA bisa menjadi salah satu line up di RWMF 2017 ini. Kesempatan kali ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk memperkenalkan musik tradisional Nusantara, karena pada bulan Desember mereka sudah memiliki rencana untuk tampil di Eropa.


Ditulis oleh : Aldiman Sinaga
Sumber berita dan foto : Endra Yatno

Friday, July 14, 2017

Rainforest World Music Festival 2017 : Konser Mini menjelang Konser Sesungguhnya

Sumber : Google

Rainforest World Music Festival (RWMF) kembali digelar tahun ini pada 14-16 Juli 2017. RWMF adalah festival music tahunan yang diadakan selama tiga hari untuk merayakan keberagaman dari world music. RWMF diadakan di Kuching, Sarawak-Malaysia dengan kegiatan seminar/pelatihan musik, pameran kebudayaan, pameran kerajinan, lapak makanan, dan konser utama setiap harinya.

Pada Rabu (12/7) malam kemarin kegiatan ini telah dibuka dengan diadakannya sebuah konser mini bertempat di Culture Club. Walaupun hanya sebuah konser mini yang bertujuan sebagai preview show, tapi tanda - tanda kemeriahan RWMF sudah bisa dirasakan melalui acara di malam itu. Romengo, grup asal Hungaria memamerkan dansa ala Hungaria. Dengan diiringi empat pemain instrumen, sang vokalis bernyanyi sambil berdansa. Dan pertunjukan juga dimeriahkan oleh O Tahiti E, sebuah grup musik dan tari dari Tahiti. Terdapat sembilan orang yang menari diiringi empat pemain instrumen, meneriakkan yel - yel yang membangkitkan semangat penonton.

Tak hanya di dalam Culture Club, kemeriahan RWMF juga tampak melalui hiasan lampu berwarna - warni di setiap sudut kota. Hampir disemua tempat keramaian kami melihat hashtag #RWMF2017 seolah - olah terus mengingatkan kita bahwa tahun ini kemeriahan RWMF juga dalam rangka merayakan 20 tahun perjalanan keberhasilannya memberikan tontonan festival musik yang meriah.

Sumber : Endra Yatno

Sumber : Endra Yatno

Sumber : Endra Yatno



Teks oleh : Aldiman Sinaga
Pembawa kabar : Endra Yatno & Shando