Monday, June 12, 2017

SELAMAT BERBUKA PUISI x NGABUBUNYIAN #5

Bahagia bisa datang sendiri, karena kita seringnya kecewa karena terlalu tinggi ber-ekspektasi.
Gig NGABUBUNYIAN #5 kemarin sungguh luar biasa. Sudah lama tidak merasakan suatu hal yang berbeda dari sebuah acara musik. Rangkaian NGABUBUNYIAN kali ini diadakan secara kolaborasi dengan SELAMAT BERBUKA PUISI. Kami tidak punya banyak informasi mengenai SELAMAT BERBUKA PUISI, mungkin itu nama sebuah acara baca puisi rutin yang diadakan teman - teman komunitas KALBAR MEMBACA.

Semenjak awal Adit (salah satu tim pelaksana) menghubungi kami untuk turut berpartisipasi sebagai pelapak zine, tidak ada duga - duga yang kami lakukan. Hanya sekedar gig musik, diselingi dengan sesi obrolan lepas, dan dilengkapi dengan lapak baca zine dan buku. Selain itu, di kepala kami hanya tersisa rasa penasaran akan venue tempat pelaksanaan acara yang mengambil lokasi di tepian Sungai Kapuas.

Hujan mengawali acara NGABUBUNYIAN sore itu, bahkan jauh sebelum teman - teman tim pelaksana selesai mengatur tata letak sound system. Beruntung alam sangat bersahabat, tepat selepas adzan Ashar berkumandang hujan pun mereda menyisakan rintik-rintik kecil penghasil cemas. Tidak butuh waktu lama untuk persiapan sound system. Area tempat acara yang tidak terlalu besar ditambah profesionalitas yang sudah sejak lama dimiliki MM SOUND SYSTEM dan kerja sama yang apik dari teman - teman Parklife People membuat semua siap pakai dalam tempo kurang dari satu jam. Lapak zine dari PTK Distribution dan juga lapak buku dari Kalbar Membaca sudah tergelar dan mengundang perhatian dan rasa pensaran anak - anak kecil di sekitar Gg.Kamboja. Tidak lupa juga lapak barang - barang bekas yang dijual dalam rangka pengumpulan uang untuk amal.

Acara dibuka dengan sesi obrolan menarik dengan Bernard Batubara dan Abah Zailani Abdulah Al Mutahar yang berbagi pengalaman mereka di dunia literasi. Menarik sekali dalam acara ini, para penulis dan komunitasnya bisa berada dalam satu tempat dan momen dengan para penggiat musik. Dimana keduanya mungkin saja sama - sama memiliki ketertarikan terhadap musik dan literasi, tapi jarang bertemu dalam suatu acara untuk saling bersinergi membuka kemungkinan kolaborasi dan ide - ide lebih lanjut. Sesi obrolan ditutup dengan rasa puas dari para hadirin, terutama mendengar bagaimana pengalaman Abah Zailani yang sudah memulai kegemarannya terhadap literasi dari zaman mesin ketik. Sesi berikutnya adalah pembacaan puisi dari para pengunjung. Sebuah pengalaman menikmati hiburan yang luar biasa, mendengarkan puisi dibacakan dengan iringan musik yang lembut di tepi Sungai Kapuas pada suatu sore remang sehabis hujan. Dan acara ditutup dengan penampilan dari MANJAKANI dan PUCK MUDE sebagai pelantun nada penghantar berbuka puasa.












text-align: center;">

No comments:

Post a Comment