Tuesday, June 20, 2017

NGABUBUNYIAN #6

Untuk kami secara personal, gig ini hampir anti klimaks, hahahahahaha. Selain tidak ada tema khusus yang ditawarkan (ya memang gak musti ada tema khusus sih, tapi kami masih susah move on dari ngabubunyian sebelumya yang keren banget), branding rokok bang surya (ini juga gak masalah, sekali lagi ini tulisan personal :D ), dan juga salah satu band yang kami harapkan di acara ini batal main karena alasan yang malesin. Tapi selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, selalu ada berkah dibalik setiap kesabaran.

Kami tetap bertahan di area Parklife Creative Space dengan rasa penasaran terhadap Rifqi Luthfian dan Lawangkain Ansambel. Selain itu seperti biasa Parklife Creative Space selalu hidup dengan berbagai aktivitas seru, ada yang main PlayStation yang disediakan rokok bang surya, ada yang lagi asik goreng lumpia buat berbuka puasa, juga tidak ketinggalan misi utama dari acara ini lapak barang second yang hasilnya akan disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Acara dibuka oleh penampilan SECANGKIR KOPI, sebuah band yang lumayan banyak dapat panggung di Pontianak. Selain karena performa manggung nya yang rapi, mereka juga selalu tampil dengan mengcover lagu - lagu Top 40 yang jelas mengundang "sing along" tipis dari penonton. Penampil kedua adalah Rifqi Luthfian, seorang solois yang sepertinya tidak terlalu mendapat sorotan. Rifqi Luthfian tampil sangat baik sore itu, lagu - lagu miliknya yang dibawa diatas panggung banyak menyiratkan gundah dan juga resah. Kalau selama ini line up Pensi SMA ataupun Kampus Pontianak cuma berputar - putar di Coffternoon, Manjakani, Reza&Miranda, serta LAS!, sudah selayaknya Rifqi Luthfian juga mendapatkan tempat.

Ada satu band yang batal tampil di acara sore itu, BANDIT. Sebuah band hardcore yang diisi muka - muka lama yang juga sudah sempat cukup lama absesn dari peredaran musik underground Pontianak. Salah satu lagu mereka yang berjudul ATAS NAMA juga ikut mengisi album kompilasi REPELITA VOL.1 yang dirilis oleh PTK Distribution. Band ini juga diisi oleh personil - personil yang sangat baik kualitas permainannya. Sayang sekali BANDIT harus batal tampil karena sebuah masalah teknis yang sederhana.

Penampil penutup dan juga bisa dibilang pamungkas sore itu (bahkan sampai selepas maghrib) adalah LAWANGKAIN ANSAMBEL. Lagi - lagi ini sebuah kejutan yang datang dari IKAN MAS, sebuah komunitas musik mahasiswa/i FKIP Jurusan Seni Universitas Tanjungpura. Band ini tampil dengan berbagai instrumen yang tidak pernah terlihat di band - band lain di komunitas musik Pontianak, ada contra bass, tempayan yang jadi gendang(???), sebuah djimbe berukuran kecil, dan juga klarinet. Tampaknya ilmu seni musik yang mereka dapatkan lewat jalur formal tidak hanya berhenti di lembaran tugas kuliah ataupun ujian praktik semata, tapi ilmu tersebut justru jadi pemantik kreativitas yang mereka tampilkan untuk meramaikan komunitas musik Pontianak. Saya sangat yakin, IKAN MAS sudah selayaknya mengeluarkan sebuah album kompilasi dari band/musisi/seniman yang ada didalam komunitas mereka. Ayo jadikan!!!!!!!! Melalui semua alat musik tadi Lawangkain Ansambel menghadirkan musik yang bernuansa retro, cocok untuk soundtrack ketika kalian sedang dinner dengan pasangan.

Entah masih ada atau tidak NGABUBUNYIAN di weekend terakhir bulan puasa tahun 2017 ini. Yang jelas semua pasti setuju kalau acara seperti ini wajib hadir lagi bulan puasa tahun depan!



























No comments:

Post a Comment