Tuesday, November 29, 2016

TINY BORNEO DAY OUT #4

TINY BORNEO DAY OUT (selanjutnya disingkat TBDO) adalah sebuah acara musik yang dikelola secara mandiri oleh beberapa penggiat scene musik di Pontianak. TBDO pertama kali diadakan pada tahun 2012 sebagai acara musik yang menjadi ajang silaturahmi band – band dari scene Pontianak dan Kuching (Sarawak-Malaysia). TBDO selanjutnya bukanlah sebuah acara musik yang diadakan secara rutin, profesional, besar, ataupun secara kaku dimiliki oleh “kelompok tertentu”. Hal ini terbukti pada tahun 2012 juga diadakan lagi TBDO yang kedua kali diselenggarakan oleh teman – teman dari dan bertempat di Kuching, Sarawak-Malaysia. TBDO mungkin hanya sebuah nama, tapi melalui acara musik ini semua pihak yang terlibat di dalamnya, mau itu penyelenggara ataupun band yang main dan penonton semua saling terlibat sesuai dengan porsi nya masing – masing untuk menyelenggarakan hak nya untuk berekspresi dan bersenang – senang.
TBDO #4 akan diselenggarakan pada Jumat, 16 Desember 2016. Penyelenggaraannya bertepatan untuk menyambut kedatangan band teman dari Singapore bernama The Misfit Ramones yang sedang berkunjung untuk liburan, wisata, dan juga menjalin komunikasi dan persahabatan dengan teman – teman di scene Pontianak. The Misfit Ramones adalah sebuah band punkrock yang akan mengingatkan kita pada sound – sound band seperti Green Day, The Misfits, The Descendents, Ramones. The Misfit Ramones are a punk rock band. They like to mix punk rock music with sarcastic humour and saviour nice culinary delights (diambil dari keterangan yang tertera di facebook page mereka).
Selain The Misfit Ramones, TBDO #4 juga akan diisi oleh dengan penampilan dari beberapa band dari kota Pontianak dan Sanggau. Band – band tersebut adalah :
1. Fight For Free
Sebuah band hardcore yang didirikan di Sanggau lebih dari 10 tahun yang lalu. Telah merilis secara mandiri sebuah EP berjudul “This is what we believe” dengan sound Europe dan 90s hardcore yang kental dan ditambah dengan lirik lagu yang personal.
2. Error Day
Memang tren 80s hardcore punk revivalist yang terjadi belakangan ini cukup menyegarkan dan memberi pilihan warna tersendiri di scene hardcore punk Indonesia. Mereka berani bermain cepat, singkat, dan penuh amarah ditengah – tengah gempuran kehadiran tough guy beatdown kungfu hardcore. Error Day adalah salah satu dari sedikit mereka yang berani tersebut. Band ini adalah band baru dengan muka – muka lama. Hingga saat tulisan ini dibuat mereka sedang melakukan rekaman untuk EP pertama mereka. Sementara kita menunggu EP pertama tersebut rilis, sebuah lagu mereka yang berjudul “Selera+Kesukaan+Fanatisme=Fasis” dapat kita dengarkan dalam CD album komplasi REPELITA yang dirilis PTK Distribution.
3. ROTA
Hingga 3 tahun usia mereka masih banyak yang menganggap mereka adalah KORRUPT, untunglah ini bukan sebua masalah untuk mereka. Untunglah mereka bisa membuktikan eksistensi dengan produksi, 3 tahun dan 4 rilisan CD demo, EP, dan juga Split. Secara sederhana ROTA kita deskripsikan saja memainkan d-beat hardcore punk, beat dan sound yang juga bisa kalian dengarkan di band – band seperti Tragedy, Hellowar, Kontrasosial.
4. Dennis Legstone
Mereka datang dari Sanggau dengan musik pop punk yang berisi semangat khas anak muda trendy, riang, ceria, dan optimis. Band ini hanyalah salah satu contoh potensi yang patut diperhatikan pergerakannya dari scene musik Sanggau. Dennis Legstone juga sedang mempersiapkan EP pertama mereka yang berisi materi – materi pop punk yang menjanjikan.
5. Botol Pecah
“Kami ada, kami nyata, sama rata”, begitulah bunyi slogan dari Pontianak Grunge komunitas band ini berasal. Botol Pecah bagaikan sebuah gunung api aktif berisi magma panas yang mengeluarkan lahar panasnya sedikit demi sedikit dan konstan. EP Pertama mereka dirilis pada saat Record Store Day 2016 dan mendapatkan apresiasi yang cukup memuaskan. Dan hingga saat tulisan ini dibuat mereka sedang merampungkan tahap akhir produksi video klip lagu “Dolls In TV”, patut ditunggu!
TBDO #4 akan diselenggarakan mengambil tempat di lantai dua Sugeban Alianyang. Memanfaatkan tempat sebuah ruang rapat yang berukuran “pas” dengan fasilitas AC, dimana tentu saja ada sebuah peraturan baku yang mengikutinya “Dilarang Merokok Di Dalam Tempat Acara”. Sugeban Alianyang sendiri adalah sebuah cafe dan restoran yang sangat pas untuk dijadikan tempat ngumpul ataupun diskusi untuk memaksimalkan ide – ide di dalam komunitas ataupun perorangan.
Demikianlah pengantar singkat TBDO #4. Silahkan datang jika kalian memang berniat mencari hiburan dan pengalaman. Silahkan siapkan uang sejumlah Rp 15.000,- yang akan kalian gunakan untuk membayar masuk ke dalam tempat acara dan sekaligus mendapatkan minuman gratis untuk satu orang. Silahkan bawa uang lebih untuk membeli merchandise, zine, rilisan CD dan kaset yang dijual di sekitar tempat acara, ataupun untuk membeli minuman dan makanan dan makanan nikmat yang disediakan di Sugebang Alianyang.



TINY BORNEO DAY OUT #4
Jumat, 16 Desember 2016
Sugebang Alianyang
Jl. Alianyang No.36, Sungai Bangkong,
Pontianak Kota
Harga Tiket Masuk (sudah termasuk minuman gratis) : Rp 15.000,-
Jam 18.00 s.d. 22.00
Band :
1. The Misfit Ramones (Singapore)
2. Fight For Free
3. Error Day
4. ROTA
5. Dennis Legstone (Sanggau)
6. Botol Pecah
DILARANG MEROKOK DI DALAM TEMPAT ACARA!!


Wednesday, November 9, 2016

Flyer gig lokal untuk minggu ini

Show keempat dalam rangkaian tur SIKSA KUBUR di Kalimantan Barat. Pak Kaduk sebuah desa yang asri berada di kaki bukit. Semoga gig - gig yang diselenggarakan di desa - desa kecil tidak hanya sekedar menjadi hiburan semalam tapi bisa menjadi pemicu untuk tumbuhnya scene - scene baru yang solid.


Di Pontianak sudah semakin rutin yah mendatangkan band - band dari Pulau Jawa untuk tampil di gig lokal. Semoga ini juga bukan sekedar hiburan atau bahkan hanya sekedar menjadikan kita penonton mereka, tapi justru menjadi jalan komunikasi agar mereka melihat eksistensi scene di luar Pulau Jawa



 Salah satu komunitas/tongkrongan musik di Pontianak yang cukup aktif dan selalu semangat dengan etos kemandiriannya, Pontianak Grunge. Mereka kembali lagi dengan gig nya yang selalu disetting akrab dan menampilkan band - band "yang lain" dari Pontianak.

Beberapa video terbaru band - band Pontianak



Morning Mist akan segera merilis album terbarunya bulan ini. Lagu Terror adalah lagu kedua yang sudah mereka lepas sebagai pemanasan sesudah Nuera.




BANDIT bisa dibilang sebuah band baru di Pontianak, namun personil - personil di dalamnya bukan wajah asing lagi. Beberapa dari mereka adalah orang - orang yang dulu aktif dan untuk beberapa waktu sempat vakum nge band di scene underground lokal. Kini mereka kembali dengan semangat baru dan semoga video yang diunggah ke saluran Hardcore World Wide ini juga akan berdampak baik untuk BANDIT sendiri dan scene Pontianak umumnya.



Video dari band WAR FOR WOLF, band hardcore dari tongkrongan Maxor Records.

Friday, November 4, 2016

TUR SIKSA KUBUR DI KALIMANTAN BARAT SUDAH DIMULAI !!!!




Siksa Kubur adalah salah satu pentolan death metal di Indonesia. Eksistensi nya semenjak tahun 1996 dengan delapan album dan juga pengalaman manggung yang mungkin ratusan adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Pada tanggal 2 November 2016 kemarin adalah hari rilis dari album ke delapan mereka yang berjudul MAZMUR : 187. Dan pada hari yang sama juga mereka sudah berada di Pontianak untuk segera melaksanakan promo tour album baru ini di Provinsi Kalimantan Barat. Tentu saja ini sebuah kebahagiaan sekaligus kebanggan untuk scene underground di Kalimantan Barat  karena tur kali ini juga adalah kunjungan ketiga kalinya Siksa Kubur ke Kalimantan Barat, seolah – olah Kalimantan Barat memiliki makna yang spesial bagi Siksa Kubur.

Kehangatan dan keakraban pertemanan Siksa Kubur dengan scene Kalimantan Barat memang sudah dimulai semenjak kunjungan pertamanya pada 2007 lalu. Begitu pula pada kunjungan kali ini, saat tiba Rabu (2/11) siang, rombongan Siksa Kubur sudah disambut oleh teman – teman scene metal Kalimantan Barat dan dilanjutkan dengan nongkrong dan ngobrol – ngobrol santai pada malam harinya di kantor Radio Vista Pontianak. Sebuah kehangatan dan keceriaan yang baik untuk memulai perjalanan panjang selama tiga minggu kedepan di enam kota. Siksa Kubur juga merupakan band pertama yang melakukan tur yang lumayan panjang di Kalimantan Barat. Memang sebelumnya ada INJECTED band hardcore dari Bandung yang melakukan tur di empat kota (Pontianak, Sanggau, Sintang, Melawi) di Pontianak, begitu juga ANTIPHATY band crusty punk dari Malang yang melakukan tur di tiga kota. Akan tetapi untuk Siksa Kubur kali ini, selain jumlah kota nya lebih banyak, juga meliputi jalur yang lebih luas. Jika kedua band sebelumnya hanya melintasi jalur dari Pontianak kearah timur/ hulu Sungai Kapuas, kali ini Siksa Kubur juga menjajali kota Ketapang dan Singkawang yang letaknya saling bertolak belakang (Selatan dan Utara). Sebuah langkah yang cukup berani, karena mengingat sarana transportasi dan kondisi jalan penghubung antar kota di Kalimantan Barat yang belum terlalu bagus. Semoga langkah berani ini juga membawa dampak yang positif untuk memulai peta baru jalur touring band di Kalimantan Barat dan diharapkan bisa menjadi alternatif jalur tur baru di Indonesia selain juga tentu semakin memberi dampak positif untuk scene di masing – masing kota dalam membangun jaringan pertemanan satu sama lain.




Show pertama untuk tur MAZMUR : 187 sudah dilaksanakan Siksa Kubur kemarin (3/11) malam. Kami juga tidak tahu apakah show kemarin malam itu memang masuk dalam jadwal atau diadakan saja secara spontan. Beruntung kami cepat mendapatkan informasi melalui pesan pribadi dan segera kami teruskan ke beberapa teman dekat. Show diadakan di sebuah studio rental baru di daerah Kota Baru bernama JB Studio. Studio ini sendiri juga cukup menarik perhatian anak – anak band Pontianak, karena selain masih baru dan juga memiliki kualitas alat – alat musik yang diatas rata – rata studio lainnya di Pontianak. Kami tiba di JB Studio pada 20.00 WIB dan terdengar dari dalam studio sudah ada suara distorsi dan growl!!! Kami pikir sudah terlambat dan ketinggalan beberapa lagu, ternyata Siksa Kubur sedang bersiap – siap saja. Setelah istirahat, makan malam, dan ngobrol – ngobrol, akhirnya show dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Kurang lebih ada 15 orang yang berada di dalam studio kemarin malam. Set SIKSA KUBUR dimulai dengan sebuah monolog dari potongan film, sebagai pembuka kengerian di malam yang membahagiakan tersebut. Nonton SIKSA KUBUR dengan jarak lima meter antara panggung dan moshpit itu sudah terlalu biasa, sekarang saatnya merasakan dan mendengarkannn sound SIKSA KUBUR langsung dari ampli nya dan hampir tidak ada jarak. Kami sempat melakukan broadcast video live di Facebook untuk membagikan keributan malam itu. Siksa Kubur memang band metal dengan attitude jalanan!! Sebelum show dimulai jelas terlihat bahwa mereka sudah mulai capek, mungkin habis jalan – jalan keliling Pontianak seharian. Tapi begitu hitungan dari sang drummer dibunyikan, kelima – limanya seperti mendapatkan roh yang baru. Penonton yang berada di dalam studio sebenarnya juga sudah terbawa panas, beberapa mulai memukul – mukulkan tangannya ke paha, beberapa lagi mulai bersemangat mengangguk – anggukkan kepalanya, dan semuanya serentak teriak “Yeahhhhh!!!!!” setiap lagu selesai. Tapi sepertinya roh malu – malu masih hinggap di tubuh penonton yang hadir, saying sekali yang kurang dari show kemarin malam adalah tidak tercipta headbanging liar, moshpit kecil – kecilan, ataupun keringat – keringat bercucuran dari para penonton. Selebihnya penampilan SIKSA KUBUR kemarin malam sungguh tanpa cela. Penampilan mereka ditutup dengan lagu TAHAN BANTING dari album self titled, sebuah lagu thrashy, cepat, padat, rapat, dan sangat nikmat jika dinikmati dengan sebuah circle pit raksasa!!!










Saat tulisan ini dibuat, SIKSA KUBUR sedang dalam perjalanan darat menuju Sintang, sangat disayangkan show di Desa Binjai harus dibatalkan karena masalah perizinan. Dan kabarnya, setelah rangkaian tour di kota – kota luar Pontianak selesai, akan diadakan lagi sebuah show di Pontianak, mari kita tunggu saja!!!