Wednesday, July 18, 2012

Review Literature - FROUM OUR SCENE #1 (Merebut Kembali Definisi Punk)

Kami berani bilang dan berani katakana kenapa alasannya, bahwa scene Palembang itu adalah salah satu yang paling aktif dalam hal penerbitan zine dalam kurun waktu 1 s/d 2 tahun belakangan ini.
Dan sepertinya terbitan – terbitan tersebut tidak hanya berasal dari orang yang itu – itu saja. Mereka punya kolektif SANGKAKALAM yang menjadi nama sebagai wadah mereka dalam mempublikasikan semua zine mereka. Dan zine – zine terbitan dari kawan – kawan di Palembang itu memang tidak hanya fokus di tema yang itu – itu saja. Mulai dari artwork, DIY, musik, cerpen, fingerboard, sampai fanatisme terhadap sebuah band mereka jadikan tema dan dikemas menjadi menarik didalam sebuah zine.
Dan terbitan kali ini adalah From Our Scene, dan judul yang besar tertulis didepan adalah MEREBUT KEMBALI DEFINISI PUNK.
Zine ini berukuran kertas A3 yang dilipat dua, dan dilayout dengan rapi, secara keseluruhan sangat mengingatkan kami pada sebuah terbitan padat berisi dari kawan – kawan di Bandung dulu, Jurnal Apokalips. Padahal sebenarnya sih bentuk layout seperti ini bukannya khas yah, memang seperti itulah layout nya yang rapi, agak seperti Koran(tulisan-tulisannya disusun dalam kolom-kolom), tapi ingatan yang langsung mengarah ke jurnal Apokalips itu yah karena betapa kami dulu sangat merasa senang bisa mendapatkan jurnal tersebut.
Oke cukup, ini tentang FROM OUR SCENE bukan apokalips. Dari judul nya saja tadi yah, kalian sudah bisa ngira – ngira akan membahas apa tulisan didalamnya. PUNK! Sebuah gerakan yang telah membumi, walaupun seringnya tanpa perduli esensi, tapi jelas punk sudah menyebar keseluruh dunia.
Dan karena perkembangannya yang sangat pesat itulah, sudah sangat sering terlontar kritik dan tandingan terhadap punk, bahkan dari para pelakunya(punk) itu sendiri. Hal ini adalah hal yang baik menurut kami, segala hal apapun layak buat kita pertanyakan, untuk kita kaji ulang, gak ada salahnya. Lagipula justru dengan cara seperti itulah kita dapat terus mempertahankan esensi yang penting dari apa yang kita jalani, melalui diskusi, melalui saling silang perbedaan pendapat, jika kita tangani dengan pemikiran yang terbuka dan kepala dingin tentu hasilnya juga akan baik bagi kita.
Dan disalah satu tulisan yang berjudul KINI ZAMANNYA PARA KOBOI BERAKSI DI GIGS, mengingatkan kami pada sebuah fenomena yang terjadi di scene Pontianak pada sekitar tahun 2007-2008 lalu. Ketika penyelenggaraan gigs menjadi sangat rutin, dan semakin banyak orang yang berkecimpung ikut berkegiatan didalam kultur ini, maka tidak terhindarkan terjadinya perselisihan yang mengakibatkan perkelahian fisik. Terutama sekali dalam pembahasan di tulisan ini yaitu perkelahian didalam gig musik. Huaaahhh……..sebenarnya kalau mau ngomongin perkelahian di gig musik, menurut kami kita tidak semestinya hanya fokus pada kesalahan mereka yang berkelahi itu, tapi segala aspek kami rasa perlu kita lihat kembali, mengenai bagaimana kondisi venue, bagaimana penyelenggaraan gig, dan lain – lain lah… Kami ingat bener deh kata – kata bang Napi(ikon dari sebuah acara berita di salah satu televise swasta) yaitu “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya,tapi juga karena ada kesempatan”. Nahhh, pernah gak kita berpikir kalau sebenarnya kita memang turut memfasilitasi para koboi itu untuk berkelahi? Untuk mengajak berdiskusi dan ngobrol baik – baik dengan para koboi itu sepertinya bakal jadi sebuah hal yang sulit (walaupun belum tentu sebuah hal yang tidak mungkin). Tapi alangkah baiknya kalau kita juga introspeksi diri lagi, apakah kita sudah melaksanakan semua hal pada porsi yang tepat? Kita semua tentu saja punya tujuan yang sama untuk bersenang – senang bersama bukan??? Nahh, maka dari itu, kami sangat tertarik dengan saran dari penulis di catatan terakhir diujung tulisan ini, begini “Menyikapi konflik internal dalam scene yang telah berada pada titik mengkhawatirkan, kami membuka sebuah kelompok tarung tangan kosong satu lawan satu. Bagi siapapun kamu yang berminat untuk melepas hasrat kemarahan atau ingin tahu lebih jauh tentang klab tarung illegal ini, silahkan menghubungi kami melalui email tim redaksi.” Wawwww, sepertinya juga mau sekalian bikin usaha produksi sabun mandi berbahan lemak nih :D


Untuk mendapatkan FROM OUR SCENE #1, bisa menghubungi PTK Distribution di nomor 
Hp => 085652348339 .
Atau hubungi penerbit nya langsung , SANGKAKALAM Publishing.
SANGKAKALAM Publishing :
email: sangkakalam@yahoo.com

No comments:

Post a Comment