Wednesday, July 18, 2012

Cerita dari BANDUNG ZINE FEST 2012

Hooooreeeeeeee……………..
Bisa dibilang a dream come true……
Terserahlah orang lain bilang apa……………..
“Kau nyaman banyak uang!” ato “Ngapain sih ngabis ngabisin uang?”
FUUUCCCCKKK!!!!!!!!!!!!!!
Jangan urusi hidup orang, selama kamu Cuma ngeliat doing…….. *oke,too emotional :D

Jadi pada hari Sabtu,14 Juli 2012 kemarin diadakan sebuah acara yahud bernama BANDUNG ZINE FEST. Secara sederhana dan sangat anak muda boleh juga kita beri nama “Ajang Kumpul Pencinta Zine”. Pencinta zine disini bukan berarti hanya mereka yang membuat zine saja, bagi aku pencinta zine itu juga mencakup pemerhati zine, pengoleksi zine, pembaca zine, pendistribusi zine, pengkhayal zine, pemimpi zine, dll yang berkaitan dengan zine, kecuali pembenci zine mungkin silahkan datang setelah acara nya selesai saja. Anda akan terlihat bagaikan anak ayam datang ke pestanya anak anjing jika datang ketika acara sedang berlangsung, kasian yah…





Mengambil tempat di Gedung Indonesia Menggugat-Bandung, sebuah gedung museum yang memiliki kedekatan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, terutama sekali tokoh kemerdekaan boeng soekarno. Tempatnya di pusat kota, gak ribet buat dicari, bahkan aku yang berasal dari luar pulau aja bias langsung dapet gedung nya dengan sekali cari, yap betul karena bantuan supir taksi travel.

Acaranya sudah dimulai dari sekitar jam 12.00 atau 13.00 gitu deh. Tapi cukup beruntung juga, aku baru bisa hadir pada jam 16.00 wib. Lumayan telat sih, tapi belum ketinggalan banyak kegiatan.
Sesampainya disana, gedung sudah ramai, meja – meja lapak zine sudah pada siap, ngobrol-ngobrol dengan informan dua orang yang bernama Ika Vantiani dan Herry Sutresna juga sedang berjalan.
Orang pertama yang aku temui adalah Acil Fardiaz, seorang teman juga dia yang turut mengorganisir acara ini. Lalu aku melihat wajah yang sudah aku kenal sekali berkat adanya Facebook, Anitha Silvia a.k.a Tinta. Sudah sejak awal kami saling bertukar zine, bertukar kabar, dan bertukar pendapat, kami membayangkan suatu darat akan bertemu dan ngobrol – ngobrol bareng. Dan Bandung Zine Fest mewujudkannya!! Lalu aku juga menyapa Mita dari NEEDLE n’ Bitch, Alfian yang menjalankan webzine Lemari Kota, zine Bungkam Suara, dan record+distribusi Don’t Talk. Dan akhirnya aku melihat Iman Distractor sudah siap dengan meja penuh berjejer zine – zine dihadapannya. Disambut senyuman akrab dari Iman, aku pun mengambil tempat disamping nya untuk mengeluarkan semua zine – zine yang aku bawa untuk dilapakkan. Semua edisi dari BAGI BAGI, komik zine Aisuka Susumu, Nu Mother Fucker, Bullets in My Head, Shutdown zine, Shock n’ Awe, Jurnal Kontinum, Jurnal Amorfati, Mosh, Slumber, Budaya Pop, dll(ada beberapa yang aku udah lupa). Setelah zine tertata, tidak lupa nambah aksesoris, poster dengan logo PTK Distribution musti ditempel, juga tulisan keterangan di selembar karton coklat berbunyi “BAGI BAGI Zine – Pontianak”. Yeaaahhh, aku siap tempur!!!!!!!!!












Berikutnya, sambil meladeni setiap orang yang berkunjung ke mejaku, entah itu hanya untuk lirak lirik zine, numpang baca – baca, menyapa, ngasih senyuman, ato ngajak trade dan beli zine, aku duduk santai sambil mengikuti ngobrol – ngobrol bersama dua informan yang sudah disebutkan tadi, dengan dibantu moderator, akang Paton. Para pengunjung yang hadir, selain asik lihat – lihat meja lapak zine, sebagian juga sambil duduk – duduk woles santai dan rapi di lantai mengikuti obrolan hangat tentang zine. Berbagai hal yang diobrolin disini, mulai dari berbagi pengalaman dalam dunia per-zine-an bersama dua informan, sesi Tanya jawab, sampe aku ikutan disuruh maju berbagi pengalaman mengenai bikin – bikin zine. Secara keseluruhan ngobrol – ngobrol nya asik, tanpa suasana yang tegang dan serius, si Herry Sutresna malah banyak nyelipin pengalaman – pengalaman lucu nya dia dalam menjalankan zine, begitu juga Ika Vantiani yang menyampaikan pendapat dan cerita – ceritanya dengan bahasa yang akrab dan ramah.
Aku kira kalo Cuma mengenai masalah – masalah dan hambatan yang sering dihadapi dalam menjalankan zine(baik itu bikin zine, baca zine, membeli zine, mendistribusi zine, dll), itu sih tanpa perlu dibikin sesi ngobrol – ngobrol kaya gini, itu semua pasti bias diatasi masing – masing dengan caranya sendiri. Yang aku lebih harapkan sebenarnya sharing pengalaman – pengalaman ataupun cerita – cerita seru dalam bikin zine, juga termasuk dalam memproduksi dan mendistribusikannya. Nah, disitu kita sangat mungkin kita bisa dapat hal – hal baru ataupun sumber inspirasi baru untuk lebih eksplor lagi dalam menjalankan dunia zine-zine-an.  Sekedar saran J










Nah, ada beberapa kalimat yang saya buat sebagai bentuk hasil pengamatan dari ngobrol – ngobrol bareng tentang zine di Bandung zine fest :
·         Suatu saat mungkin saja kita akan melihat kalau tulisan yang pernah kita buat dulu, kelihatan sangat bodoh.
·         - Konsekuensi itu Okay, hadapi aja.
·         - Apakah komunitas online untuk para pencinta zine(contohnya grup We Love Zine di facebook)  cukup efektif atau tidak? Kamu, kalian, kita semua yang menjawabnya.
·         - Zine dimulai dari sesuatu hal yang disebut “passion”.
·         - Jangan bikin media yang tujuannya Cuma buat bikin permusuhan, akan lebih baik kalau mengarah ataupun mengajak ke diskusi lebih jauh.
Setelah selesai sesi ngobrol – ngobrolnya, dilanjutkan dengan acara nonton film bareng. Sebenarnya ini udah masuk ke sesi kegiatan “terserah kamu mau ngapain, karena ada banyak hal yang bias dilakukan di acara ini” sih.
Iya bener, film yang diputar emang seru, film dokumentasi DIY tur band SepakxTerjank, film nya seru, editannya lucu, dan isinya juga bermanfaat. Satu hal yang perlu kalian catat, dari film tersebut aku baru tahu kalau mereka melakukan tur ke Pulau Jawa(mereka berasal dari Kalimantan Timur) dengan modal kurang lebih Rp 1 juta per orang. Emmmm, mungkin nominal ini sudah agak kurang cocok  dengan situasi sekarang, Cuma itu Cuma bukti bahwa gak ada hal yang mustahil selama kita punya kemauan, dan teman – teman.
Nah, selain nonton bareng, pengunjung memanfaatkan juga waktu untuk mengeksplor semua yang ada di acara Bandung Zine Fest. Ada yang belok ke ruang taman baca, disitu ada banyaaaaaaaaakk banget zine yang bisa dibaca di tempat secara gratissssss(salut buat Deden, koleksi nya bikin ngiler, ntar kalo aku kebandung mau siapin satu hari khusus buat ngeksplor koleksi zine mu den :D ). Di ruang yang sama juga ada sebuah computer yang bisa dimanfaatkan untuk copy – copy file Pdf zine.
Sementara itu, di ruang yang ada didepan ruang baca, ada banyak artwork cover zine yang dipajang, juga ada sebuah meja dimana kita bisa dan dipersilahkan untuk bikin zine. Maksudnya di meja itu tersedia kertas dan juga pulpen, kalian boleh menuangkan apapun kreatifitas kalian dalam bentuk tulisan, gambar, ataupun coret-coretan, nanti kemudian katanya sih semuanya itu bakal digabungin jadi satu, menjadi sebuah zine. Sedikit masukan saran lagi dari aku, kayaknya untuk bagian pojok workshop zine ini agak kurang efektif deh, atau mungkin panitia kurang mempersiapkannya. Untuk bagian ini bakal lebih seru jika saja bisa dimanfaatkan serius. Bisa jadi ada satu orang yang mengasuh, sebagai narasumber atau yang memoderatori workshop. Nah, disitu bisa aja berbagi skill – skill dalam membuat zine. Misalnya, teknik bikin zine dari selembar kertas, bermacam – macam eksplorasi bentuk zine, teknik binding manual, ataupun yang lain – lain deh. Yah, suasananya mungkin bisa jadi semacam kelas gitu deh.









Nahhhh, ketimbang baca – baca di ruang baca zine, ataupun bikin zine di workshop zine bareng, sebenarnya bagian yang paling aku suka adalah bagian saling menyapa, saling bertanya, saling lirik – lirikan, di lapakan zine, hehehehehehehehe….. Ada banyak banget zine, dan distro zine yang ikut ambil bagian di lapak zine ini. Mulai dari Peniti Pink, Matamata zine distribution, distractor zine, needle n’ bitch/institut-a, primitif zine, hingga yang keren – keren yang baru aku temui di acara ini kaya verse, paper zine, rally the troops press,IM books, dan PTK Distribution juga dong :P
Dari semua yang hadir sih, aku melihat punya ketertarikan terhadap zine. Dari yang sekedar nanya – nanya , baca – baca, membeli, yakin deh mereka pasti malemnya pada doa supaya acara kaya gini diadain lagi untuk seri yang berikutnya :D.
Acara berakhir sekitar jam 09.00 malam. Sebelumnya di bagian meja lapak zine memang udah mulai sepi. Teman – teman dari primitif zine, dan rally the troops press harus segera pulang ke Jakarta, karena ngejar travel, sayang padahal pingin banget bisa ngobrol lebih lama dengan salah satu penulis kece di primitif zine tuh, boen manan :D.
Walaupun di bagian lapak zine udah mulai sepi, tapi tetap ramai di ruang baca zine. Salut deh, kelihatan, kalo momen acara kaya gini memang dimanfaatkan mereka untuk mencari – cari zine yang keren untuk dibaca, untuk mengenal seluk beluk zine. Dan dengar – dengar sih, hal ini sudah langsung ditangkap dan akan segera direspon oleh Pak deden dari matamata zine distribution dan kawan – kawan panitia. Katanya mereka a akan segera merealisasikan sebuah perpustakaan zine di bandung. Mmuaanntep!!!!
Acara ini, dilaksanakan murni secara kolektif, oleh panitia, oleh pengunjung, juga semua lapakers yang hadir. Didepan gedung sebelum pintu masuk ada sebuah kotak untuk mengumpulkan donasi uang dari pengunjung, dan semua lapakers yang menjual zine di acara ini dikenakan konsinyasi 10% dari total penjualannya untuk mendukung pembiayaan acara. Cuma untuk konsinyasi ini aku sayangkan juga tidak dikomunikasikan dari awal, hehehehehehehe. Masalahnya aku setiap ngelapak emang jarang nyatet, barang  - barang apa aja yang tadi udah terjual, makanya bingung pas ditanyain ama panitia tadi berapa total penjualannya biar 10% nya disumbanging ke panitia, aduuuuuuhh sori yah abang – abang panitia, jadinya nebak – nebak aja deh nominalnya, hehehehehehe.









Yap, begitulah, selesai acara aku masih ngikut para abang panitia, kita makan nasi goreng bareng(porsinya kuliiii banget, tapi untuk urusan rasa, masih kalah deh sama nasi goreng Pontianak, ntar kalo panitia acara ini ada yang ke Pontianak, aku aja ke nasi goreng siti Fatimah, top of the top dalam kancah per nasi gorengan Pontianak!!!!!!). Kemudian semua aktifitas hari itu kita akhiri dengan numpang bermalam di Warung Imajinasi, sebuah perpustakaan yang dikelola oleh beberapa teman panitia juga, menyediakan buku – buku yang gratis untuk dibaca. Perpustakaan Warung Imajinasi ini terletak di Jl.Dr.Curie, No: 1, Cipaganti-Bandung. Buat kalian yang di Bandung, maen maen kesana yah, karena perpustakaannya diisi oleh abang – abang asik yang baru tidur setelah matahari terbit :D
Sekian reportase BANDUNG ZINE FEST. Aku teringat minggu lalu, ketika buka lapak baca zine di gig musik di Pontianak, seorang teman yang berkunjung ngomong kaya gini “Aku kirain zine udah mati”.
Brooooooooooo, kamu salah besar!!!!!
Selayaknya masih ada orang orang kurang kerjaan yang gigih mengoleksi vinyl disaat distribusi musik segampang menghembuskan nafas.
Begitu juga ZINE akan tetap ada.
ZINE LOVER ALL OVER THE WORLD, UNITE, AND TAKE OVER! Campai jumpaaaaaaaa :D





4 comments:

  1. asik nih ceritanya :D

    ReplyDelete
  2. gan, gue mau beli zine. tempat jual zine di jakarta di mana gan? mohon dijawab secepatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ane di Pontianak ni gan......
      Kalo di jakarta yah....coba ke link link dibawah ini :

      - Anarko pop distribution
      http://www.facebook.com/anarko.pop?ref=ts

      - DTR Distribusi
      http://www.facebook.com/manuvergagalisme?ref=ts

      - Movement Records&Distro
      http://www.facebook.com/groups/127646610584187/?ref=ts

      - Rally the troops publishing
      http://www.facebook.com/RTPpress

      Delete