Thursday, July 26, 2012

REVOLT - Bring That Beat Back EP

Hanya mau dengarin lagi lagi lagi lagi lagi dan lagiiiiiiiiii..........  Adonan hardcore gila dan cepet dengan gitar ngemat ala slayer, pluuuussss TERIAAAAAAAAKKKKKK!!!!!


Cek REVOLT disini :







Wednesday, July 25, 2012

Review Zine - A Typical Moment You Would be Happy to Put on Repeat

BAH Records adalah sebuah record label dari Bandung. Record label ini merilis band - band indie pop. Senang deh kemarin salah satu stuff produksi mereka yang aku pesan akhirnya sampai dengan selamat.
Aku pesan fanzine yang mereka bikin berjudul "A Typical Moment You Would be Happy to Put on Repeat" . Sepaket dengan fanzine nya adalah sebuah kaset tape, berisikan 6 lagu. Dan 3 buah pin yang terlihat di foto diatas adalah bonus dari mereka, hehehehe.
Aku selalu tertarik dengan record label, fanzine, ataupun rilisan-rilisan  indiepop, mereka biasanya punya artwork yang manis dan juga kemasan - kemasan yang kreatif. Terutama artwork nya deh, aku selalu suka artwork - artwork indiepop yang lebih mengedepankan kesan manis, lucu, dan memakai warna-warna cerah ataupun warna lembut.
Untuk fanzine "A Typical Moment You Would be Happy to Put on Repeat" ini, berisikan dua buah interview saja. Dua buah? Yah sebenarnya aku rasa kurang sih, seandainya mereka bisa menampilkan lebih banyak hal lagi baik itu mengenai scene indie pop, mengenai label mereka, atau hal apapun dalam perspektif indiepop didalam zine ini. Tapi ya sudahlah.
Interview pertama adalah interview dengan Kip Berman dari band The Pains Of Being Pure At Heart. Wooww, aku suka band nya, sebenarnya suka dengan satu lagunya aja sih, hehehehe..Interview ini dilaksanakan sebelum The Pain Of Being Pure At Heart melakukan tour South East Asia dan mampir di Jakarta. Interview dijawab dengan sangat sederhana dan bersahabat oleh Kip. Oiyah, Kip dan The Pain Of Being Pure At Heart ini kayaknya juga gak neko neko deh mereka, mereka cuma kepingin kita semua bisa dengar lagu mereka, syukur syukur kalo suka, dan berikutnya mereka kepingin untuk bisa tampil memainkan lagunya didepan kita.
Interview berikutnya adalah dengan Leanne dari band Fight Bite. Sekilas kedengaran kaya Fight Back yah, itu sih kaya band genjreng genjreng teriak tuh :D hehehehehehehehe.
Nah kalo si Leanne ini rada pendek pendek nih ngejawabnya, tapi mbak Leanne ini manis juga dehh...Minta nomor Hp dong mbak :D
Kaset tape sampler nya juga berisi band-band indiepop yang cihuuy cihuuy. Bener deh, kalo gak rajin rajin nyari info, aku pasti dari dulu sampe sekarang ngira kalo band indiepop itu cuma Mocca ama Pure Saturday doang..hahahahahahahaha. Salah banget, kebukti nih di kaset tape ini band nya keren keren. Salah satu yang top adalah Kapsul dengan lagu berjudul Martir. Oiyah, satu hal yang aku pelajari juga dari kaset tape ini, indie pop itu rupanya gak cuman mengenai pop simpel yang manis. Tapi juga bisa berupa sebuah musik dengan sound yang agak berisik dan yang nyanyi kaya orang males yang baru bangun tidur.



Cek rilisan dan update dari BAH! Records di website mereka :

                 (klik gambar)

Friday, July 20, 2012

Review Zine - Dua Edisi BAGI BAGI Zine



                                                     Review 2 edisi sekaligus Bagi-bagi zine

Akhirnya,terbayar sudah.Aku dapat beberapa zine dari acara kemarin,iya acara lady riot fest#2 dan launching album EP band hardcore sanggau “Fight For Free “(FFF)”As We Believe” di gedung Annex Untan 07 juli 2012 kemarin. Hasil bolos kerja? Tentu saja,ini menyenangkan,karena aku dapat zine . persetan dengan potong gaji! Hahahaha..
Halah mulai curhat, lansung aja, aku dapat 2 edisi bagi-bagi zine sekaligus dari editornya gratis, gratis? Jangan suuzon dulu. Aku bukan tukang palak zine,yah memang untuk beberapa zine yang lain terkadang ada sedikit tekanan-tekanan psikologis untuk si empunya PTK distribution ini, supaya mau menjualnya kepadaku ,dan tetap saja bagi-bagi zine ini tidak gratis buatku, si doski mulai mengirimkan serangan balasan yaitu meminta ku menanggapi 2 edisi zinenya sekaligus..yiiihaa..aku siap..aku siap!!

Dalam perjalanan kerja menuju perbatasan pagi hari
Mulai aku buka kembali tiap lembar potokopian yang penuh cutting paste hasil bolos kerja tempo hari,si jaka temanku sedang teriak-teriak nggak jelas mendengarkan full album ocean eyes nya owl city kalo nggak salah,sambil mengemudikan mobil box bermuatan yang bakal kami antar ke tujuan hari itu juga dengan sabar,tenang, merayap. Seperti biasa pagi hari jalanan masih sepi,sisa-sisa hujan dan bebatuan-bebatuan licin yang bermekaran di antara aspal yang rusak parah. Aku baca lagi tiap lembaran zine itu dengan guncangan-guncangan yang terkadang tidak bakal kamu dapat kan ketika menonton animasi petualangan tiga dimensi di Ancol. Aku memakai sabuk pengaman,memang tidak biasa,tapi aku benar-benar ingin membaca, (ahh kapan review nya neh?-red.). oke lah lanjut ma bagi-bagi zine yang aku baca sekarang, entah ini edisi yang keberapa? Yang jelas isi nya ada interview dengan PTK distribution,Milisi Kecoa, scene report Pontianak..dimulai dari salam pembuka,wow aku tersenyum..lansung nampar ma aktivitas dunia kerja,keluhan-keluhan rutinitas semisal harus on time ke kantor, merebaknya euforia si botak Mario teguh, dll.yang menarik adalah dedikasi di akhir cerita. Job addict is sick! Take a change.hahaha..sangat tepat sasaran. Ye lah man , topik pertama lansung di suguhi dengan review temporary autonomous landscape nya si Pam. (review?)hmm ini yang bikin penasaran,aku tak temukan ini di lapak zine kemarin, sama dengan menggapai utopia yang pernah di rekomendasikan oleh dode seorang teman baik dari palembang, dugaan sementara mungkin karena sudah habis,atau potokopiannya terbatas,atau sengaja di sembunyikan dariku,atau karena aku terlalu fokus dengan yang gratisan (sepertinya yang terakhir lebih mencurigakan) . Balik ma review diatas,ini diary project nya si Pam,klo nggak salah terawangan ku ini buku diari nya, bisa di jadikan alternatif, namun mengingat setiap individu mempunyai kondisi dan sikap yang berbeda dalam menyikapi kehidupannya,tidak ada salahnya membuat diary project nya sendiri-sendiri.ingat ini hanya alternatif. Kemudian ada interview dengan band punk Saturday night karaoke. Descendent? Hell yeah..tapi aku bingung apa itu band generasi awal? Senior-junior kah? Mohon penjelasannya dude..dan seberapa keren yah MTV dulu? Maklumlah dulu yang aku tau acara tv mah silverhawk ma flash Gordon . selanjutnya interview dengan PTK distribution. Yang nginterview si Dwi”sukarame” (ngape musti (R.I.P) dwi? ),so, jangan lansung nge-judge kalo si aldiman punya dua kepribadian (yang tabah ye man?) semua topik menurutku adalah tentang semangat. Bagaimana tidak? Sangat sulit untuk konsist dalam pendistribusian zine2 ,kaset,cd-cd DIY di saat kondisi sekarang,apalagi untuk lokal di Pontianak sendiri. Ironic but its true!! Memang mungkin ada individu-individu yang masih berusaha mempertahankan etos ini,namun itu cuman se-upil.belum lagi energi yang kembang–kempis, aku salah satunya (ngace!! teriak Jaka). Jadi sekedar saran neh atau lebih tepatnya menimpal pertanyaan dwi,mengingat pemekaran wilayah, bagaimana kalo PTK nya diganti KR(Kubu Raya) distribution? Satu lagi yang menarik di akhir interview mengenai reproduksi kucing eh salah paling akhir..tentang dreamin project..taman bacaan mungil..owh godspeedyoulibrary..ada yang mo patungan, bantuin dana juga boleh?

Trus ada sedikit tulisan,judulnya nggak jelas,o iya ada manything change in year then what? Sepertinya ini semacam trauma masa kecil,berbeda denganku dikit cuman,kayaknya hadiah tamparan lebih banyaklah tapi ya sudah lah,aku harap aku tidak seperti itu kelak,jika keadaan memaksa paling tidak aku punya alasan yang kuat,menurut ku apa sih yang bukan bentuk kekerasan di era modernitas seperti sekarang? Apalagi generasi anak-anak kita selanjutnya..tapi aku tetap berikhtiar sebisa mungkin tidak untuk mempraktekkan itu walaupun aku pernah mengalaminya.ahh..

Kemudian ada resensi zine-zine bagus dan keren di pertengahan halaman. Tak perlu panjang lebar,si doski membahasnya dengan sangat baik,tapi yang paling mengejutkan zine ekskul yang di buat oleh anak-anak sekolah menengah pertama di Jawa Barat. i’m speechless..terlepas dari carut-marut mutu pendidikan di negeri ini, memasukkan materi membuat zine sebagai kurikulum tambahan di sekolah adalah ide yang brilian.

 O iya ada yang terlewatkan(page sheet nya zine punya ku berantakan man).
,interview dengan Tobek “alwayst last” band punk KL.aku sempat baca rilisannya di shock&awe..jadi penasaran dengerin lagu nya. Disini nasionalisme juga di permasalahkan,yah memang seperti begitulah Indonesia.seperti kebakaran jenggot kalo ada isu-isu pengklaiman yang nggak jelas seperti itu,tipikal media massa nya juga sama,sok netral,tolol,diskriminatif dan pada saat yang sama mengkampanyekan standarisasi trend bagaimana menjadi metroseksual ala korea idaman lengkap dengan slempak atau cangcut yang musti di pake. Btw selamat menikah tobek dan shah always last. trus review jurnal Amorfati#4 hahaha..keluar juga neh review,aku ingat aldiman udah mencak-mencak nggak jelas di email.nunggu balasan tak kunjung datang.(tapi aku tau,aldiman itu penyabar! )
kemudian ada scene report scene Pontianak,wah bagaimana yah perkembangannya,baca sajalah! Then,another untitled personals opinion..ratapan seorang anak religius kupikir ,lansung interview lagi dengan band punk mexico,jujur aku tidak terlalu tertarik dengan band ini walaupun nun jauh di sana,entahlah mungkin karena pembahasannya entahlah aku nggak terlalu tertarik membahas tai ,but I love skating too dude. Nah ini yang kutunggu interview ma Milisi Kecoa,bukan hanya karena aku termasuk fans berat artwork salah satu personilnya,tapi karena band ini memang cool!! Coba aja dengar lagu nya.khusus nya “punkrock terdomestikasi”.

Lanjut dengan interview dimensi7,sudah kebayang kan kalo band grunge,seattle sound gitu..tapi nikmatin aja reviewnya di sini,dan jangan lupa nikmatin juga lagu nya. To die !! ternyata interview copas dari Stone Age record. Sama dengan Milisi Kecoa yang salah satu personil nya punya zine beyond the barbed wire ma boredom. Salah satu personil To die juga ada yang buat zine. Aku punya salah satunya, yang 3 way split malah semua penjelasan mengenai band ini udah di kupas tuntas di zine ini.(lha aku kebagian apanya dong?)namun untuk review lengkap kamu musti kunjungi lansung net label Stone Age Record di http://www.stoneagerecords.co.cc/. nah,ada lagi opini mini oh lonely shore..asli nih anak galau banget,namun di balik kegalauannya dia mempunyai pandangan yang jauh melampaui teman sebayanya (“sok tua njeng ”timpal jaka-red) tapi zine ini buktinya ka!! (ye tapi jangan sok tue!! Lanjut jaka) ok lah,terakhir ma review band lokal Morfem,pengen denger ah ntar, penasaran,jaka pasti suka kayaknya.aku juga mungkn,eaaa kakak.sekarang aku lihat jaka sudah mulai mengantuk,aku maklum stamina kami memang sengaja di upgrade di luar batas untuk pekerjaan,dan paket yang kami bawa harus sampe sebelum jadwal makan siang. Matahari sudah mulai ngeluarkan pijar hangatnya di ufuk timur,kami berhenti di persimpangan jalanan lintas antar Negara,sekarang giliran aku menyetir,belum piawai sebenarnya walau sudah pernah punya sim A,karena terlalu bebal mungkin,tapi untuk jalan bagus bisa lah dikit-dikit,merayap pastinya. Kok jadi bercerita? yah sudah lah dengkuran jaka ma monodramatik nya balcony mengakhiri review satu edisi bagi-bagi zine hari ini.

Masih di hari yang sama,udah mulai sore plot tak beraturan

Tinggal satu tempat lagi, kendaraan yang kami tumpangi terus melaju berpacu waktu, kemudi telah di ambil alih jaka,ia ingin pulang lebih awal,supaya dapat bermain dengan anaknya setelah pulang nanti, tak lupa 2 kotak susu malaysia telah ia persiapkan untuk sang buah hati tercinta. Kali ini lagu yang menemani kami Bvrtan dan Catharsis & Newspeak - Live In The Land of The Dead,biar lebih segar katanya. sudah menjadi kebiasaan kami sekedar suplemen dalam perjalanan.musik adalah hal yang wajib.beruntung si jaka terbuka dalam hal menikmati musik,dia malah mempercayai ku dalam menyuplai lagu. Nah lanjut dengan review bagi-bagi zine edisi 27-06-2006. yang ini agak tipis,namun cukuplah bagi ku,mungkin untuk deadline lady riot fest#2 ya man? Dugaan awal sih,coba kita tebak isinya, yuhuu..nampar lagee buat ku dengan pembukaan awal,kau masih bisa bikin zine man,kalo aku ? lebih tidak produktif pastinya hahah.lansung ke topik awal.mari memasak..untuk yang ini,bisa lah, untukku ini telah menjadi salah satu rutinitas yang menyenangkan di rumah apalagi pernah jadi anak kost. Gathering mahal,dana hidup bulanan nggak seberapa,yah harus bisa masak, cooking is so sexy. Kamu nggak harus kelaparan kalo bisa masak. Setelahnya nkita lansung dengan ilustrasi seorang wanita yang pake celana pendek hot pants ya man? Baju ketat,dan yang satunya pake kerudung panjang lengkap dengan cadar,trus ada tulisan please,just respect us the same way like you respect yourself. Jadi ingat pernah nyambi buka situs jejaring trus di beranda ada link teman dan sedikit penjelasan bahwa tempat yang sedikit kasus pelecehan seksual dan area bebas menggunakan hot pants ,rokmini atau apalah itu ada di singapura. Akh aku tidak percaya,dan benar saja beberapa hari kemudian,di media massa lokal memberitakan masih di tempat yang sama telah terjadi kasus pencabulan,yang paling mengejutkan bagiku korban nya adalah seorang nenek,WTF. Beneran!! Kita juga pernah membaca berita bahwa tempat se bebas prancis, mengeluarkan peraturan pelarangan penggunaan jilbab bagi perempuan muslim disana dengan alasan stabilitas,kemudian setelah mendapat kecaman oleh berbagai pihak, peraturan tersebut di beri kelonggaran dengan jilbab dan cadar,tapi tetap menurut ku itu sama saja. Permasalahan nya bukan dengan apa yang kalian pakai saudara-saudara perempuanku,kalo boleh aku sok tau. Ini adalah bagaimana cara menghancurkan stigma “mahluk inferior “ perempuan dalam persepsi masyarakat,dan menurut ku dengan cara berpakaian sebagai satu-satunya ekpresi bukanlah hal mutlak (Hah! Telanjang? Respon Si jaka berbinar-red). Bukan itu maksud ku, pasti ada alternatif lain lah jak. Nggak cuman dari pakean saja. Aku priibadi menyikapi nya dengan caraku sendiri,dengan menjaga pandangan ,menghindari kontak lansung dalam durasi yang lama misalnya,terdengar kuno but it works,dan ada lagi yang lebih kuno,berhenti onani apalagi sasaran fantasi nya adalah teman-temanku yang perempuan hahaha. memang konyol dan terlalu sepele,namun menurutku untuk memulai suatu perubahan yang besar harus di mulai dengan hal-hal yang sepele dan ini pun telah lama bekerja. Tapi bagaimana dengan mimpi basah? Nah kalo yang ini sulit,mungkin teman-teman yang lain ada yang ingin memberi solusi?:) kemudian lanjut ma ilustrasi kedua hahhaha..pernah seorang teman di luar sana mengirim kan pesan yang isinya bagaimana menjadi seorang ateis yang baik lengkap dengan teori-teori pendukungnya,bahkan aku baru tau kalo manusia merupakan mahluk rantai terakhir dari proses evolusi yang panjang dari nenek moyang nya yaitu amoeba pada miliaran tahun yang lampau (seperti itulah gambaran salah satu teori pendukung nya). Lama ku berpikir,entah lah aku lupa dengan apa yang kupikirkan saat itu,kemudian aku balas saja pesannya kurang lebih seperti ini: maaf tanpa mengurangi toleransi semua kebutuhan personal individu apakah ia ingin ber agama atau tidak,bagiku ateis juga sebuah agama. Karena itu ada di religious views akunmu. Respon yang aku dapatkan begitu mengejutkan,dia mulai melontarkan penyataan diskriminatif,dari a-sampai z agama takluput dari hujatannya, lengkap dengan paket kebun binatang dan kotorannya. Seperti nya dia berusaha memancing emosi ku, lantas aku jawab saja seperti ini: bahwa aku memang sengaja untuk tidak menyisipkan pilihan personalku di sini,karena alasan-alasan yang memang dia tak perlu tau dan tanggapan-tanggapan yang baru saja di lontarkannya kepadaku. Baik atau buruk itu pilihan personal. Dan ilustrasi di bawahnya ini masalah penghancuran tempat-tempat ibadah di beberapa kota di Negara terkutuk ini, entah mungkin merasa menjadi umat yang dominan, di luar juga begitu seperti nya, tipikal perilaku manusia-manusia modern,pola pikir sempit dan dungu. Selalu bisa ketebak reaksinya jika coba di diskusikan dan di komunikasikan baik secara lansung atau pun tidak lansung, men cap kafir lah,murtad,liberal bahkan tidak sedikit yang memberi respon dengan kekerasan. Jangan kan polemik antar agama, antar RT saja bisa tawuran gara-gara masalah sepele,hahahah…mampus saja lah! Next, ada ilustrasi abstrak dari rizka edmanda,biar coba ku tebak itu sapi ya bo? Ato larva? Tapi hore..bobo mengambar tapi kalo liat dari tulisannya sih aku rasa bobo mulai peduli ma lingkungan di sekitarnya..betol ndak bo? Lanjut dengan sebuah opini “hentikan ekpansi sawit di kalbar” asiik udah ada yang peduli. Namun di penghujung topik ada yang tidak berkenan bagi ku. Omong kosonglah mengharapkan ada atau tidak nya realisasi penghentian ekspansi sawit di kalbar dalam agenda pemilihan gubernur nantinya. Asal tau saja,tahun kemarin ada semacam award untuk para investor dan cukong yang telah berprestasi dalam pengrusakan hutan di kal-bar. Entah semacam nominasi busuk apakah? Dan penyerahan thropy nya sapa lagi kalo bukan yang terhormat putra daerah kebanggan kal-bar, ya gubernur itu tadi. Putra daerah yang selalu support dengan kehancuran alam di daerahnya sendiri dengan alasan pembangunan dan perekonomian.hip..hip..horay! lalu ada interview dengan nizang”mosh”,trus ada tutorial menarik tentang cara membuat zine dan bikin sampul album CD band mu sendiri..ilustrasi nya lucu..di tambah dengan penjelasan-penjelasan yang nggak terlalu menjlimet.dan yang terakhir teka-teki silang,yang hobi TTS di mari yah akhirnya.review ini berakhir di saat paket terakhir udah di antarkan.matahari mulai merona,aroma di dalam kendaraan ini juga sudah mulai campur aduk.di tambah bau busuk limbah tandan sawit yang terbengkalai di sisi jalan. Jaka terus memacu laju kendaraan.kami harus sampai disuatu tempat yang biasa kami jambangi yah sekedar untuk menumpang mandi atau menjalankan kegiatan yang kami butuhkan walau selang beberapa menit, sebelum matahari tenggelam.***

Review ditulis oleh : Dede Jul

Tanggapan dari editor BAGI BAGI Zine :
Aku rase gak ade yang kurang jelas, cuma mau nge respon beberape jak....
1 . Yapp, betul punya sebuah space adalah salah satu impian aku...Yah, bise dibilang kalo bise didalamnye all in...taman baca, toko, tempat kumpul dan ngobrol2, kalo bise sekalian nge handle tempat untuk ngadekan acara musik/non musik kecil2an...kenapa all in,karena aku yakin perlu ade subsidi silang kalo ngejalanin yang kaya gitu...donasi dan duit patungan jangan selalu dijadiin tumpuan utama... DIY itu gak selamanya berarti ngeluarin uang dari ongkos pribadi melulu kan, semestinya itu bise jadi sebuah cara kecil kite didalam sebuah sistem ekonomi yang lebih besar (halaaahh gayaa, hahahahahaha). Sebenarnye ade sebuah warung tak terpakai yang selalu aku lirik setiap kali aku lewat, tempatnye di sekitar rumah sakit sudarso...cume masih banyaaakkk jak ketakutan2 gak penting didalam hati ini(*haduuuhh :D) yang suke timbul... hehehehehe...

2 . Menggapai Utopia emang udah abis dek..aduhh sori dek,janji buat nyisain kau satu pcs tak aku tepatin... Lemah di manajemen, itu salah satu kelemahan aku dek, dan itu juga salah satu ketakutan yang berkaitan dengan nomor 1 diatas

3 . Mengganti PTK Distribution menjadi KKR Distribution? halaahh, nggakkk!!! Hahahahahaha... Lagipula PTK itu cuma nama yang aku ambil karena aku selalu bingung setiap kali harus nentuin nama untuk sesuatu, baik itu nama acara, nama band, nama zine, nama projek, mungkin ntar juga nama anak, hahahaha...Jadi biasanya aku ambil nama yang tiba tiba terlintas, kedengaran konyol,dan enak diucapkan.

4 . Deeeekk, aku baru nyadar, bahwa zine aku yang sudah difotokopi itu urutan halamannye kacau tak beraturan.....gak semuanya sih, tapi beberapa halaman itu terbolak balik...Aku baru nyadar, pas kau tulis, ada review zine di tengah tengah... Huaaaaaaaa, tukang fotokopi nye sengaaaaaaaaaaakkkk....Jadi pembuat zine emang banyak cobaan,hambatan,rintangan...aduuuh,akhirnya aku sadar,kesalahan aku dalam hal melayout zine,gak pernah ngasi nomor halaman (huaaaaaaaaaaaaaa)

5 . Sebenarnya aku gak pernah ngerti apa makna kata galau, IM3 lah berjasa mempopulerkannya . Oiyah, bagian "oh my lonely shore" itu sebenarnya sih juga berguna sebagai promo pantai asoyy yang lebih private ketimbang pasir panjang.

6 . Ralat, di cover aku gak tulis 27 - 06 - 2006 dek, tetapi 27 - 06 - 2012

7 . Yapp, selain untuk ladyriot fest#2, menerbitkan bagi bagi zine yang terbaru juga bagian dari usaha aku untuk turut menjadi pelaku dalam international zine month dan bandung zine fest. Dan aku udah sejak lama terkagum kagum dengan betapa unyu unyu nya tampilan zine di beberapa penerbit zine dan distro zine luar indonesia. SUPPORT UNYU ZINE (lagi lagi neh, unyu itu artinya apa seeeeehh? )

8 . "Kamu nggak harus kelaparan kalo bisa masak" =>wawww ini sebuah quote apik cantik manis dari DEDE JUL

9 . "...berhenti onani apalagi sasaran fantasi nya adalah teman-temanku yang perempuan hahaha..." =>wahh,solusi kau yang ini agak berat nih dek, hahahahahahahahahahahaha....

10 . "..pernah seorang teman di luar sana mengirim kan pesan yang isinya bagaimana menjadi seorang ateis yang baik lengkap dengan teori-teori pendukungnya..." => OYaaahh?? AKu baru tau, kalo ateis juga punya misionaris...mungkin berikutnya bakal ada "THE ATHEIST BIBLE"..upps,hehehehe....

11 . Iya dek, aku juga agak gimana gitu dengan bagian penutup dari tulisan tentang sawit, kiriman dari seseorang itu. Tapi,mungkin PR besar juga buat kita kita adalah gimana lebih ngegaungkan ini. Karena ekspansi sawit,sekarang ini di daerah kalbar juga udah gak berurusan sama perusahaan gede doang, udah banyak juga pemain pemain baru di level kelas teri. Dan PR lain juga mungkin,apa tindakan konkrit, yang simpel tapi nyata yang bisa dilakukan.....


Wednesday, July 18, 2012

Review Literatur - LIBRES #1


Mei lagi Mei lagi….Lagi lagi Mei….
Bulan yang ditandai dengan sebuah hari perayaan ataupun peringatan kaum buruh ataupun pekerja sedunia. Dan ada beberapa kawan yang turut melengkapi 1 Mei 2012 ini dengan menerbitkan sebuah selebaran berjudul LIBRES!.
Ini adalah terbitan yang pertama, kami juga tidak tahu apa nama kolektif/komunitas yang menyusun dan menerbitkan selebaran ini. Yang jelas kami mendapatkan link download selebaran ini melalui jejaring social Twitter, dari tweet dengan hastag #indoanarkis.
Hemmmmm……Ya sudahlah, kami sempat lihat sebentar isinya melalui layar monitor PC, dan rupanya menarik juga, yah baguslah…. Walaupun tema di tulisan pertama itu sebenarnya repetitif, sudah selalu diingatkan melalui tulisan – tulisan lain, tapi bukan berarti tema itu mati ataupun basi, informasi harus terus disalurkan dan disebarluaskan. Yapp, dibuka dengan tulisan MAYDAY BUKAN HARI BURUH!!
Hahhhh??!?!?!?! Kawan – kawan yang kerja tiap hari di pabrik plywood, karyawan kantoran disebuah perusahaan swasta bonafit, atau mungkin juga kawan – kawan yang menjual mimpi masa depannya dengan bekerja di kantor pemerintahan mungkin saja lantas terheran (mungkin saja yahhhhh…).
Sudah jelas 1 Mei itu International Labour Day atau dalam bahasa Indonesia nya Hari Buruh Sedunia, lalu kenapa bukan hari buruh? Yah itulah tadi mengapa kami katakana bahwa tidak ada informasi yang mati ataupun basi, semua cerita itu sah – sah saja untuk terut diceritakan dan disebarluaskan, yang mesti diperkuat dan dipertahankan adalah kewarasan dan keterbukaan pikiran kita dalam menerima cerita dan informasi tersebut.
Tulisan berikutnya bisa dibilang up to date, masih tema lawas, tapi dikemas sesuai dengan kondisi hidup hari ini. Ini yang seru. Yah teori memang perlu, tapi pembahasan yang dikaitkan dengan kondisi hidup didekat kita itu akan lebih mudah dipahami(semoga yah..). Penulis mencoba memaparkan busuknya pemerintahan melalui contoh isu yang baru saja hot yaitu kenaikan harga BBM.
Hanya dua buah tulisan itu saja, diselingi dengan dua buah puisi cantik. Kalian juga bisa turut menyumbangkan ide ataupun tulisan kalian kepada mereka untuk kemudian diterbitkan didalam selebaran ini nomor berikutnya, silahkan kirim tulisan kalian ke email:  kombenderahitam@gmail.com


LIBRES #1 bisa kalian dapatkan dengan menghubungi PTK Distribution.
Di nomor Hp => 085652348339
Atau bisa juga di download disini http://t.co/C3gqtcKF

Review Literature - FROUM OUR SCENE #1 (Merebut Kembali Definisi Punk)

Kami berani bilang dan berani katakana kenapa alasannya, bahwa scene Palembang itu adalah salah satu yang paling aktif dalam hal penerbitan zine dalam kurun waktu 1 s/d 2 tahun belakangan ini.
Dan sepertinya terbitan – terbitan tersebut tidak hanya berasal dari orang yang itu – itu saja. Mereka punya kolektif SANGKAKALAM yang menjadi nama sebagai wadah mereka dalam mempublikasikan semua zine mereka. Dan zine – zine terbitan dari kawan – kawan di Palembang itu memang tidak hanya fokus di tema yang itu – itu saja. Mulai dari artwork, DIY, musik, cerpen, fingerboard, sampai fanatisme terhadap sebuah band mereka jadikan tema dan dikemas menjadi menarik didalam sebuah zine.
Dan terbitan kali ini adalah From Our Scene, dan judul yang besar tertulis didepan adalah MEREBUT KEMBALI DEFINISI PUNK.
Zine ini berukuran kertas A3 yang dilipat dua, dan dilayout dengan rapi, secara keseluruhan sangat mengingatkan kami pada sebuah terbitan padat berisi dari kawan – kawan di Bandung dulu, Jurnal Apokalips. Padahal sebenarnya sih bentuk layout seperti ini bukannya khas yah, memang seperti itulah layout nya yang rapi, agak seperti Koran(tulisan-tulisannya disusun dalam kolom-kolom), tapi ingatan yang langsung mengarah ke jurnal Apokalips itu yah karena betapa kami dulu sangat merasa senang bisa mendapatkan jurnal tersebut.
Oke cukup, ini tentang FROM OUR SCENE bukan apokalips. Dari judul nya saja tadi yah, kalian sudah bisa ngira – ngira akan membahas apa tulisan didalamnya. PUNK! Sebuah gerakan yang telah membumi, walaupun seringnya tanpa perduli esensi, tapi jelas punk sudah menyebar keseluruh dunia.
Dan karena perkembangannya yang sangat pesat itulah, sudah sangat sering terlontar kritik dan tandingan terhadap punk, bahkan dari para pelakunya(punk) itu sendiri. Hal ini adalah hal yang baik menurut kami, segala hal apapun layak buat kita pertanyakan, untuk kita kaji ulang, gak ada salahnya. Lagipula justru dengan cara seperti itulah kita dapat terus mempertahankan esensi yang penting dari apa yang kita jalani, melalui diskusi, melalui saling silang perbedaan pendapat, jika kita tangani dengan pemikiran yang terbuka dan kepala dingin tentu hasilnya juga akan baik bagi kita.
Dan disalah satu tulisan yang berjudul KINI ZAMANNYA PARA KOBOI BERAKSI DI GIGS, mengingatkan kami pada sebuah fenomena yang terjadi di scene Pontianak pada sekitar tahun 2007-2008 lalu. Ketika penyelenggaraan gigs menjadi sangat rutin, dan semakin banyak orang yang berkecimpung ikut berkegiatan didalam kultur ini, maka tidak terhindarkan terjadinya perselisihan yang mengakibatkan perkelahian fisik. Terutama sekali dalam pembahasan di tulisan ini yaitu perkelahian didalam gig musik. Huaaahhh……..sebenarnya kalau mau ngomongin perkelahian di gig musik, menurut kami kita tidak semestinya hanya fokus pada kesalahan mereka yang berkelahi itu, tapi segala aspek kami rasa perlu kita lihat kembali, mengenai bagaimana kondisi venue, bagaimana penyelenggaraan gig, dan lain – lain lah… Kami ingat bener deh kata – kata bang Napi(ikon dari sebuah acara berita di salah satu televise swasta) yaitu “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya,tapi juga karena ada kesempatan”. Nahhh, pernah gak kita berpikir kalau sebenarnya kita memang turut memfasilitasi para koboi itu untuk berkelahi? Untuk mengajak berdiskusi dan ngobrol baik – baik dengan para koboi itu sepertinya bakal jadi sebuah hal yang sulit (walaupun belum tentu sebuah hal yang tidak mungkin). Tapi alangkah baiknya kalau kita juga introspeksi diri lagi, apakah kita sudah melaksanakan semua hal pada porsi yang tepat? Kita semua tentu saja punya tujuan yang sama untuk bersenang – senang bersama bukan??? Nahh, maka dari itu, kami sangat tertarik dengan saran dari penulis di catatan terakhir diujung tulisan ini, begini “Menyikapi konflik internal dalam scene yang telah berada pada titik mengkhawatirkan, kami membuka sebuah kelompok tarung tangan kosong satu lawan satu. Bagi siapapun kamu yang berminat untuk melepas hasrat kemarahan atau ingin tahu lebih jauh tentang klab tarung illegal ini, silahkan menghubungi kami melalui email tim redaksi.” Wawwww, sepertinya juga mau sekalian bikin usaha produksi sabun mandi berbahan lemak nih :D


Untuk mendapatkan FROM OUR SCENE #1, bisa menghubungi PTK Distribution di nomor 
Hp => 085652348339 .
Atau hubungi penerbit nya langsung , SANGKAKALAM Publishing.
SANGKAKALAM Publishing :
email: sangkakalam@yahoo.com

Cerita dari BANDUNG ZINE FEST 2012

Hooooreeeeeeee……………..
Bisa dibilang a dream come true……
Terserahlah orang lain bilang apa……………..
“Kau nyaman banyak uang!” ato “Ngapain sih ngabis ngabisin uang?”
FUUUCCCCKKK!!!!!!!!!!!!!!
Jangan urusi hidup orang, selama kamu Cuma ngeliat doing…….. *oke,too emotional :D

Jadi pada hari Sabtu,14 Juli 2012 kemarin diadakan sebuah acara yahud bernama BANDUNG ZINE FEST. Secara sederhana dan sangat anak muda boleh juga kita beri nama “Ajang Kumpul Pencinta Zine”. Pencinta zine disini bukan berarti hanya mereka yang membuat zine saja, bagi aku pencinta zine itu juga mencakup pemerhati zine, pengoleksi zine, pembaca zine, pendistribusi zine, pengkhayal zine, pemimpi zine, dll yang berkaitan dengan zine, kecuali pembenci zine mungkin silahkan datang setelah acara nya selesai saja. Anda akan terlihat bagaikan anak ayam datang ke pestanya anak anjing jika datang ketika acara sedang berlangsung, kasian yah…





Mengambil tempat di Gedung Indonesia Menggugat-Bandung, sebuah gedung museum yang memiliki kedekatan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, terutama sekali tokoh kemerdekaan boeng soekarno. Tempatnya di pusat kota, gak ribet buat dicari, bahkan aku yang berasal dari luar pulau aja bias langsung dapet gedung nya dengan sekali cari, yap betul karena bantuan supir taksi travel.

Acaranya sudah dimulai dari sekitar jam 12.00 atau 13.00 gitu deh. Tapi cukup beruntung juga, aku baru bisa hadir pada jam 16.00 wib. Lumayan telat sih, tapi belum ketinggalan banyak kegiatan.
Sesampainya disana, gedung sudah ramai, meja – meja lapak zine sudah pada siap, ngobrol-ngobrol dengan informan dua orang yang bernama Ika Vantiani dan Herry Sutresna juga sedang berjalan.
Orang pertama yang aku temui adalah Acil Fardiaz, seorang teman juga dia yang turut mengorganisir acara ini. Lalu aku melihat wajah yang sudah aku kenal sekali berkat adanya Facebook, Anitha Silvia a.k.a Tinta. Sudah sejak awal kami saling bertukar zine, bertukar kabar, dan bertukar pendapat, kami membayangkan suatu darat akan bertemu dan ngobrol – ngobrol bareng. Dan Bandung Zine Fest mewujudkannya!! Lalu aku juga menyapa Mita dari NEEDLE n’ Bitch, Alfian yang menjalankan webzine Lemari Kota, zine Bungkam Suara, dan record+distribusi Don’t Talk. Dan akhirnya aku melihat Iman Distractor sudah siap dengan meja penuh berjejer zine – zine dihadapannya. Disambut senyuman akrab dari Iman, aku pun mengambil tempat disamping nya untuk mengeluarkan semua zine – zine yang aku bawa untuk dilapakkan. Semua edisi dari BAGI BAGI, komik zine Aisuka Susumu, Nu Mother Fucker, Bullets in My Head, Shutdown zine, Shock n’ Awe, Jurnal Kontinum, Jurnal Amorfati, Mosh, Slumber, Budaya Pop, dll(ada beberapa yang aku udah lupa). Setelah zine tertata, tidak lupa nambah aksesoris, poster dengan logo PTK Distribution musti ditempel, juga tulisan keterangan di selembar karton coklat berbunyi “BAGI BAGI Zine – Pontianak”. Yeaaahhh, aku siap tempur!!!!!!!!!












Berikutnya, sambil meladeni setiap orang yang berkunjung ke mejaku, entah itu hanya untuk lirak lirik zine, numpang baca – baca, menyapa, ngasih senyuman, ato ngajak trade dan beli zine, aku duduk santai sambil mengikuti ngobrol – ngobrol bersama dua informan yang sudah disebutkan tadi, dengan dibantu moderator, akang Paton. Para pengunjung yang hadir, selain asik lihat – lihat meja lapak zine, sebagian juga sambil duduk – duduk woles santai dan rapi di lantai mengikuti obrolan hangat tentang zine. Berbagai hal yang diobrolin disini, mulai dari berbagi pengalaman dalam dunia per-zine-an bersama dua informan, sesi Tanya jawab, sampe aku ikutan disuruh maju berbagi pengalaman mengenai bikin – bikin zine. Secara keseluruhan ngobrol – ngobrol nya asik, tanpa suasana yang tegang dan serius, si Herry Sutresna malah banyak nyelipin pengalaman – pengalaman lucu nya dia dalam menjalankan zine, begitu juga Ika Vantiani yang menyampaikan pendapat dan cerita – ceritanya dengan bahasa yang akrab dan ramah.
Aku kira kalo Cuma mengenai masalah – masalah dan hambatan yang sering dihadapi dalam menjalankan zine(baik itu bikin zine, baca zine, membeli zine, mendistribusi zine, dll), itu sih tanpa perlu dibikin sesi ngobrol – ngobrol kaya gini, itu semua pasti bias diatasi masing – masing dengan caranya sendiri. Yang aku lebih harapkan sebenarnya sharing pengalaman – pengalaman ataupun cerita – cerita seru dalam bikin zine, juga termasuk dalam memproduksi dan mendistribusikannya. Nah, disitu kita sangat mungkin kita bisa dapat hal – hal baru ataupun sumber inspirasi baru untuk lebih eksplor lagi dalam menjalankan dunia zine-zine-an.  Sekedar saran J










Nah, ada beberapa kalimat yang saya buat sebagai bentuk hasil pengamatan dari ngobrol – ngobrol bareng tentang zine di Bandung zine fest :
·         Suatu saat mungkin saja kita akan melihat kalau tulisan yang pernah kita buat dulu, kelihatan sangat bodoh.
·         - Konsekuensi itu Okay, hadapi aja.
·         - Apakah komunitas online untuk para pencinta zine(contohnya grup We Love Zine di facebook)  cukup efektif atau tidak? Kamu, kalian, kita semua yang menjawabnya.
·         - Zine dimulai dari sesuatu hal yang disebut “passion”.
·         - Jangan bikin media yang tujuannya Cuma buat bikin permusuhan, akan lebih baik kalau mengarah ataupun mengajak ke diskusi lebih jauh.
Setelah selesai sesi ngobrol – ngobrolnya, dilanjutkan dengan acara nonton film bareng. Sebenarnya ini udah masuk ke sesi kegiatan “terserah kamu mau ngapain, karena ada banyak hal yang bias dilakukan di acara ini” sih.
Iya bener, film yang diputar emang seru, film dokumentasi DIY tur band SepakxTerjank, film nya seru, editannya lucu, dan isinya juga bermanfaat. Satu hal yang perlu kalian catat, dari film tersebut aku baru tahu kalau mereka melakukan tur ke Pulau Jawa(mereka berasal dari Kalimantan Timur) dengan modal kurang lebih Rp 1 juta per orang. Emmmm, mungkin nominal ini sudah agak kurang cocok  dengan situasi sekarang, Cuma itu Cuma bukti bahwa gak ada hal yang mustahil selama kita punya kemauan, dan teman – teman.
Nah, selain nonton bareng, pengunjung memanfaatkan juga waktu untuk mengeksplor semua yang ada di acara Bandung Zine Fest. Ada yang belok ke ruang taman baca, disitu ada banyaaaaaaaaakk banget zine yang bisa dibaca di tempat secara gratissssss(salut buat Deden, koleksi nya bikin ngiler, ntar kalo aku kebandung mau siapin satu hari khusus buat ngeksplor koleksi zine mu den :D ). Di ruang yang sama juga ada sebuah computer yang bisa dimanfaatkan untuk copy – copy file Pdf zine.
Sementara itu, di ruang yang ada didepan ruang baca, ada banyak artwork cover zine yang dipajang, juga ada sebuah meja dimana kita bisa dan dipersilahkan untuk bikin zine. Maksudnya di meja itu tersedia kertas dan juga pulpen, kalian boleh menuangkan apapun kreatifitas kalian dalam bentuk tulisan, gambar, ataupun coret-coretan, nanti kemudian katanya sih semuanya itu bakal digabungin jadi satu, menjadi sebuah zine. Sedikit masukan saran lagi dari aku, kayaknya untuk bagian pojok workshop zine ini agak kurang efektif deh, atau mungkin panitia kurang mempersiapkannya. Untuk bagian ini bakal lebih seru jika saja bisa dimanfaatkan serius. Bisa jadi ada satu orang yang mengasuh, sebagai narasumber atau yang memoderatori workshop. Nah, disitu bisa aja berbagi skill – skill dalam membuat zine. Misalnya, teknik bikin zine dari selembar kertas, bermacam – macam eksplorasi bentuk zine, teknik binding manual, ataupun yang lain – lain deh. Yah, suasananya mungkin bisa jadi semacam kelas gitu deh.









Nahhhh, ketimbang baca – baca di ruang baca zine, ataupun bikin zine di workshop zine bareng, sebenarnya bagian yang paling aku suka adalah bagian saling menyapa, saling bertanya, saling lirik – lirikan, di lapakan zine, hehehehehehehehe….. Ada banyak banget zine, dan distro zine yang ikut ambil bagian di lapak zine ini. Mulai dari Peniti Pink, Matamata zine distribution, distractor zine, needle n’ bitch/institut-a, primitif zine, hingga yang keren – keren yang baru aku temui di acara ini kaya verse, paper zine, rally the troops press,IM books, dan PTK Distribution juga dong :P
Dari semua yang hadir sih, aku melihat punya ketertarikan terhadap zine. Dari yang sekedar nanya – nanya , baca – baca, membeli, yakin deh mereka pasti malemnya pada doa supaya acara kaya gini diadain lagi untuk seri yang berikutnya :D.
Acara berakhir sekitar jam 09.00 malam. Sebelumnya di bagian meja lapak zine memang udah mulai sepi. Teman – teman dari primitif zine, dan rally the troops press harus segera pulang ke Jakarta, karena ngejar travel, sayang padahal pingin banget bisa ngobrol lebih lama dengan salah satu penulis kece di primitif zine tuh, boen manan :D.
Walaupun di bagian lapak zine udah mulai sepi, tapi tetap ramai di ruang baca zine. Salut deh, kelihatan, kalo momen acara kaya gini memang dimanfaatkan mereka untuk mencari – cari zine yang keren untuk dibaca, untuk mengenal seluk beluk zine. Dan dengar – dengar sih, hal ini sudah langsung ditangkap dan akan segera direspon oleh Pak deden dari matamata zine distribution dan kawan – kawan panitia. Katanya mereka a akan segera merealisasikan sebuah perpustakaan zine di bandung. Mmuaanntep!!!!
Acara ini, dilaksanakan murni secara kolektif, oleh panitia, oleh pengunjung, juga semua lapakers yang hadir. Didepan gedung sebelum pintu masuk ada sebuah kotak untuk mengumpulkan donasi uang dari pengunjung, dan semua lapakers yang menjual zine di acara ini dikenakan konsinyasi 10% dari total penjualannya untuk mendukung pembiayaan acara. Cuma untuk konsinyasi ini aku sayangkan juga tidak dikomunikasikan dari awal, hehehehehehehe. Masalahnya aku setiap ngelapak emang jarang nyatet, barang  - barang apa aja yang tadi udah terjual, makanya bingung pas ditanyain ama panitia tadi berapa total penjualannya biar 10% nya disumbanging ke panitia, aduuuuuuhh sori yah abang – abang panitia, jadinya nebak – nebak aja deh nominalnya, hehehehehehe.









Yap, begitulah, selesai acara aku masih ngikut para abang panitia, kita makan nasi goreng bareng(porsinya kuliiii banget, tapi untuk urusan rasa, masih kalah deh sama nasi goreng Pontianak, ntar kalo panitia acara ini ada yang ke Pontianak, aku aja ke nasi goreng siti Fatimah, top of the top dalam kancah per nasi gorengan Pontianak!!!!!!). Kemudian semua aktifitas hari itu kita akhiri dengan numpang bermalam di Warung Imajinasi, sebuah perpustakaan yang dikelola oleh beberapa teman panitia juga, menyediakan buku – buku yang gratis untuk dibaca. Perpustakaan Warung Imajinasi ini terletak di Jl.Dr.Curie, No: 1, Cipaganti-Bandung. Buat kalian yang di Bandung, maen maen kesana yah, karena perpustakaannya diisi oleh abang – abang asik yang baru tidur setelah matahari terbit :D
Sekian reportase BANDUNG ZINE FEST. Aku teringat minggu lalu, ketika buka lapak baca zine di gig musik di Pontianak, seorang teman yang berkunjung ngomong kaya gini “Aku kirain zine udah mati”.
Brooooooooooo, kamu salah besar!!!!!
Selayaknya masih ada orang orang kurang kerjaan yang gigih mengoleksi vinyl disaat distribusi musik segampang menghembuskan nafas.
Begitu juga ZINE akan tetap ada.
ZINE LOVER ALL OVER THE WORLD, UNITE, AND TAKE OVER! Campai jumpaaaaaaaa :D