Sunday, December 9, 2012

Tulisan ini diposting kembali disini...plus bonusnya




Net Label membawaku melihat kepada banyak alternative, dan kemungkinan akan masih lebih banyak lagi alternative lainnya + Bonus review :D
Sebagai seorang anak remaja, tentu juga sebagai seorang manusia biasa, aku selalu berada pada titik dimana aku ada ditengah – tengah antara keraguan, keingintahuan, ketakutan, kebingungan, dan lain – lain. Disitu ketika aku sudah mengenal sesuatu, lalu kemudian ingin berbuat sesuatu lagi, tapi tidak terlalu banyak referensi yang aku tahu. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita punya kecenderungan mencontoh, entahlah masih ada atau tidak orignalitas itu(dan aku pun tidak terlalu perduli). Bersuara memang sesuatu yang natural pada diri kita sebagai manusia, tapi untuk berbicara tentu itu adalah ketika kita sudah pernah melihat orang lain berbicara. Aku mulai bisa menulis, karena guruku menuliskan huruf di papan tulis dan akupun mengikutinya.

Netlabel adalah sebuah petualangan yang menarik dalam hidupku dan hubungannya dengan kegiatan bermusik. Seingatku yang pertama kali aku kenal adalah IN MY ROOM RECORDS, dan rilisan pertama yang kudownload adalah FARR(sebuah proyek elektronik, ambient). Visiku mengenai musik elektronik mulai berkembang pada saat itu, awalnya aku hanya mengerti bahwa Goodnight Electric itu memainkan elektronik yang nge-disco sementara Homogenic itu yang gelap/suram(waktu itu kata “galau” belum laris). Dan mengenai IN MY ROOM RECORDS, yah aku langsung mengerti dan memahami semua hubungannya :
-          IN MY ROOM RECORDS => Di dalam kamarku rekaman

-          Musisi kamar => Musisi yang memproduksi(menciptakan,merekam,mendistribusikan) karya didalam kamar
-          Musisi kamar, memproduksi karya didalam kamar, itu mungkin saja karena keterbatasan biaya. Karena keterbatasan biaya pula tidak dirilis secara fisik. Karena tidak dirilis secara fisik, maka dari itu dirilis di internet, dalam kasus ini melalui media IN MY ROOM RECORDS.
Walaupun istilah netlabel belum aku dapatkan waktu itu, tapi dari sini aku sudah melihat sebuah alternatif baru. Mengakali keterbatasan sumber daya agar tidak menghambat kreatifitas dan produktifitas.
Folder FARR itu pun langsung aku dengarkan kepada seorang temanku, begitu juga aku ceritakan mengenai IN MY ROOM RECORDS kepadanya. Pucuk di cinta ulam pun tiba, rupanya dia juga sedang menjalankan sebuah proyek pribadi yang berhubungan dengan musik. Dia adalah seorang keyboardist, dan aku akui dia mempunyai ide – ide brilian kalau berhubungan dengan penciptaan karya musik. Jadi ternyata dia lagi bikin – bikin lagu solo, isinya hanya instrumental dimana dia memainkan pianonya sendiri, gak ada pemain lain, hanya dia sendiri yang melakukan semuanya termasuk menciptakan lagu, membuat loop, mengisi sedikit vokal, dan memasukkan sampling.

Karena lagi terbawa semangat, aku langsung member saran kepadanya “Ya udah, dijadiin aja, dibikin rilisan, diproduksi, nanti dirilis via internet, aku coba masukin ke IN MY ROOM RECORDS itu”. Singkat cerita akhirnya dia telah menciptakan 5 lagu, dengan semangat aku membuatkan layout untuk artwork dan file cover/cd case nya, begitu juga aku kirimkan ke email submission nya IN MY ROOM RECORDS. Seingatku bukannya ditolak, email ku malah tidak berbalas. Tapi itu bukan akhir dari usaha. Alternatif baru yang sudah aku temukan semenjak pertama kali menemukan IN MY ROOM RECORDS membawaku pada cara berpikir yang lebih luas. Kenapa haru dirilisin mereka? Kenapa tidak kita upload saja sendiri, lalu kita sebarkan link nya.

Yap, file Rar berjudul IARK-TheSinner itu pun aku upload ke akun mediafire ku. Kusebarkan link nya, seingatku waktu itu masih zaman Friendster deh, juga tidak lupa aku kirimkan ke seorang teman yang memiliki blog(www.isubject.blogspot.com  / blog nya Ringgo editor Jalur Bebas zine). Dia memposting rilisan tersebut, dan juga memberi review. “Ah, ternyata bisa dilakukan sendiri, dan jaringan pertemanan bisa menjadi alat bantu yang cukup diandalkan”, begitu pikirku saat itu. Sementara temanku yang punya rilisan, si IARK itu, dia tidak berhenti sampai disini saja. Dengan kebulatan tekad dan semangat yang tinggi dia rilis sendiri versi CD dari rilisannya itu. Tidak dijual, tapi dititipkan dan dibagikan kepada beberapa orang secara gratis. Dan hal ini, pada saat itu, masih merupakan sebuah hal yang awam/aneh/jarang di kota ku. Berbagai macam pendapat datang dari teman – teman yang sudah mendengarkan IARK-The Sinner, baik yang mendapat versi fisiknya maupun yang mendownload nya.


Hingga kemudian aku bertemu dengan Yes No Wave. Pada saat itu baru aku tahu istilah Net Label. Selain itu ada banyak hal baru lainnya yang aku dapat setelah mengakses dan mendownload rilisan dari www.yesnowave.com, antara lain :
-          Net label ini pada dasarnya sama seperti record label. Mereka juga menyeleksi band/musisi yang akan dirilis, mereka juga punya penomoran pada tiap rilisan, mereka juga melakukan promo dan tentu saja distribusi.
-          Rupanya net label ataupun musik yang ada di situs file sharing tidak cuman berisi band/musisi yang belum terlalu dikenal/underrated, ternyata di Yes No Wave juga merilis White Shoes and The Couples Company, dan The Upstairs.
-          Ada loh yang namanya lisensi untuk karya yang dibagikan secara gratis, bernama Creative Common License.
-          Ada loh yang namanya gratis dan legal.
-          Net label yang notabene berada di dunia nyata, juga melakukan promo melalui dunia nyata, hehehehehe. Aku punya leaflet promo nya Yes No Wave.



-          Sama seperti record label, net label juga melakukan usaha sampingan untuk pendanaan kegiatan mereka, antara lain dengan menjual merchandise. Selain itu, net label juga terbuka untuk donasi.
-          Tidak hanya kegiatan upload dan download, net label juga melaksanakan kegiatan free sharing musik ini secara offline, antara lain melalui booth offline sharing di acara musik.

-          Ada loh yang namanya Lossless Audio Format. Jujur aku tertarik sekali dengan yang ini, tapi ukuran file nya keterlaluan gede nya, sementara waktu itu internet hanya aku dapatkan melalui rentarl warnet.

Lalu kemudian, ada banyak rilisan yang aku dapatkan melalui Yes No Wave dan juga saudara kandungnya Tseufela Records yang memberiku pengalaman dan pengetahuan baru mengenai musik. Antara lain rilisan dan band/musisi berikut ini : Nervous Breakdown-Nevergreen ; Coffin Cadillac – Off The Road & Nocturnal Madness ; Sungsang Lebam Telak – Sapuan Feses Waria Meledak ; Zoo – Trilogi Peradaban ; Delayed Desire – (aduh sori lupa nama albumnya,file nya begitu dicek juga udah gak ada di PC ku,tapi ini keren, wajib donlod) ; Frau – Starlit Carousel ; The Frankenstone – Don’t Be Sad Don’t Be Gloom The Frankenstone is Ugly. 

Tidak bisa kupungkiri, Yes No Wave adalah salah satu net label yang bagus kerjanya. Kebanyakan band/musisi yang dirilisnya adalah yang tidak mengecewakan; didalam setiap rilisannya selalu disertai dengan liner note yang cukup detail dan informatif; salah satu prinsipnya adalah “download lagu-lagunya secara gratis, kalau mau punya CD nya, bisa di print sendiri covernya & cd labelnya”, memang disetiap rilisan mereka selalu disertai dengan file yang berisi layout siap print dari rilisan tersebut; memberi hal – hal yang baru, antara lain mengenai lossless audio format, burn your idol, yes no single; XEROXED, lalu didalamnya ada Megamix Militia, aku susah ngejelasinnya cek sendiri deh melalui situsnya Yes No Wave; mereka juga punya gig rutin Yes No Klub.
Beberapa waktu kemudian, keberadaan netlabel di Indonesia berkembang. Hujan Rekords, Stone AgeRecords, Lemari Kota Records, Mindblasting, Pati Rasa Records(RIP), EARAlert Records. Tentu saja, masih ada banyak net label yang tidak aku kenal, dan mungkin saja mereka juga punya banyak hal – hal baru yang menarik dan juga berisi band – band yang menarik untuk disimak.
Semakin bertambah nya netlabel akhirnya membawaku  mengenal Internet Archive dengan lisensi Creative Common License. Awalnya aku tahu, tapi tidak begitu memahami (sampai sekarang juga masih begitu sih :D). Intinya melalui Internet Archive kita bisa membagikan karya kita seluas mungkin kepada halayak, untuk kemudian bisa digubah lagi ataupun di-distribusikan kembali dengan lisensi yang sama. Sekilas pikirku ini sih mirip aja dengan situs file sharing lainnya, dimana kita bisa mempunyai harddisk online, harddisk itu bisa bebas diakses bisa juga tidak. Memang sih menurutku inti dari Net Label itu bukan di memakai Internet Archive ataupun Creative Common License nya, tapi pada promo, publikasi, dan semua hal yang sejelas mungkin mengenai rilisan dan artist nya. Lebih lengkap nya silahkan kalian berkunjung ke situs www.primitifzine.net, mereka juga pernah membuat tulisan yang membahas Net Label. Namun aku jadi tertarik dengan Internet Archive semenjak aku baca interviewnya blog Noiseblast Records dengan Stone Age Records. Katanya si Stone Age Records, melalui Internet Archive, dokumen yang kita upload itu akan aman bertahan disana, tidak ada resiko terhapus, juga dengan lisensi Creative Common License file yang kita share itu akan lebih terjaga, dimana orang tidak bisa seenaknya saja menyalahgunakan file tersebut untuk hal – hal yang tidak semestinya.
Lagi – lagi pucuk di cinta ulam pun tiba, kebetulan sekali beberapa saat sebelumnya aku sedang terkena “musibah”. Betapa aku menyadari pendokumentasian yang aku lakukan juga orang – orang di sekelilingku lakukan sangatlah lemah, dalam hal ini pendokumentasian segala hal yang berhubungan dengan scene hc punk/underground di kotaku. Penyesalan itu baru terjadi ketika aku menyadari, bahwa beberapa zine lawas terbitan teman dari kotaku, juga beberapa rilisan lawas sudah entah kemana barang nya. Hilang dan tidak dapat diselamatkan, itu adalah dua kenyataan yang terlalu mengerikan yang harus aku terima. Sebenarnya mengenai hilang, kadang – kadang juga seuatu hal yang wajar, hilang bisa juga terjadi karena bencana, bencana yang tidak dapat diduga – duga kapan datangnya. Maka dari itu lantas aku hubungkan dengan Internet Archive, seandainya dokumentasi ini dapat diamankan di dua tempat dalam dua wujud, tentu jika suatu saat terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, maka masih ada peluang untuk menyelamatkan dokumentasi tersebut. Bukankah dengan adanya format digital, berarti itu adalah duplikasi dari format fisik, dimana format digital itu bisa diubah lagi ke dalam format fisik, aku piker begitu. Maka aku putuskan untuk melaksanakan sebuah proyek penyelamatan dokumentasi perjalanan scene underground kotaku ini. Misinya simpel, mengumpulkan file dokumentasi, baik itu berupa zine, foto – foto, video, flyer, dll, mengubahnya jadi format digital lalu mengupload nya ke Internet Archive. Kemudian melalui media blog(blogspot.com) file – file tersebut aku publikasikan, dan aku susun menurut kategori nya masing – masing. Misi kedepannya adalah, suatu saat tentu saja akan ada yang bertanya – tanya mengenai masa lalu, mengenai awal dari semua yang telah terjadi sampai sekarang ini, maka aku berharap projek ku ini bisa menjadi jawaban atau minimal membantu, tidak menutup kemungkinan juga melalui semua file yang telah tersimpan, bisa dilakukan proses kreasi lebih lanjut, mungkin saja remix, rilis ulang, riset/penelitian, ataupun projek documenter(film/buku). Biarlah masa depan yang menjawabnya, yang jelas menurutku masa lalu yang takkan bisa terulang tak boleh lekang oleh zaman. Ohh, alam semesta memberkatimu wahai Net Label.

*Bonus :


    



  Mungkin bisa jadi ini salah satu proyek paling tidak beradab dan tak bermoral untuk tahun ini, hahahahahaha, berlebihan mungkin. Kompilasi ini punya ide yang cukup boleh – bolehlah, mengumpulkan lagu – lagu yang berdurasi kurang dari 11 detik. Sebenarnya ini bukan hal yang aneh sih, lagu pendek itu sudah banyak kok. Tapi untuk mengumpulkannya dan merilisnya(kompilasi ini juga dirilis dalam format kaset), ini merupakan sebuah tindakan yang mulia. Melalui album kompilasi ini, mereka menunjukkan cara “bermain – main” yang menyenangkan dalam keterbatasan, hehehehehe. Bagaimana sebuah kreasi itu bisa dihasilkan didalam tempo yang sangat singkat. Mungkin jika kita berpikir menyepelekan, tentulah, kita cuman bisa ngasi komentar pesimis “halaaah, tinggal teriak Woaaa doang kan, beres deh jadi”. Tapi kenyataannya hal ini juga tidak dilakukan oleh banyak orang toh? Dan kenyataan lainnya di dalam album kompilasi ini, tidak hanya berisikan band grindcore/powerviolence/thrashcore yang memang sudah terkenal dengan lagu pendek nya itu. Lagu akustik juga ada kok disini, band pop punk juga menyumbangkan karya 11 detik haramnya didalam album kompilasi ini. Keragaman musik yang bisa kita dengar di album kompilasi ini, menunjukkan bahwa batasan – batasan itu sebenarnya bisa kita lewati. Jangan pernah menganggap sepele pada eksplorasi kreatifitas, seperti judul kompilasi nya Yes No Wave yaitu Music Beyond No Border. Kompilasi ini secara digital dirilis bareng oleh Mind Blasting, Pati Rasa, Lemari Kota, dan Stone Age Records.













Masih kurang puas dengan lagu yang durasinya dibawah 11 detik? Oke, sekarang kita punya durasi dibawah satu menit (lebih tepatnya 39 detik), tapi ini untuk satu album!!! Hahahahaha, emang ada ada aja deh, hehehehehehehe. Entahlah aku udah gak bisa ngomong apa – apa lagi untuk yang ini, kalian dengar sendiri aja yah. Tapi salah satu hal positif yang bisa kalian dapatkan melalui rilisan ini adalah, lagu – lagunya bisa kalian manfaatkan untuk sound effect kerjaan digital kalian, bisa untuk lagu, video, ataupun presentasi. Oiyah, rilisan ini dirilis oleh Net Label yang masih merah, Ear Alert Records.


*Tulisan ini adalah submission Aldiman Sinaga untuk Indonesian Net Audio Zine. Tulisan nya diposting kembali di blog ini, dalam versi lebih rame :) Oiyah, kalian bisa order copy dari Indonesian Net Audio zine dari PTK Distribution, silahkan hubungi 085652348339

Papercut Good! Carpal Tunnel Bad!: Bibliopunk Convention (aka Kuching Zine Fest): MAY 2013!

Hello!
(FIRST OFF: The DATE IS SET, to enable friends to purchase tickets to Kuching. Hope you can make it. Thanks!)

“Papercuts good, Carpal Tunnel bad!”

This convention (a shy away from the oft-used “Zine Fest”) is, yes, ultimately a zine fest. And this time around, we would go beyond the usual DIY Hardcore Punk related zine fest and expand to include literature-based and zines of other interests.

Music has been taking the centerstage far too much in the DIY Hardcore Punk scene. For other scenes could be pardoned, but we have always been claiming our scene as having something “more than music”- our activism, our ideologies and beliefs, which are oftenly articulated and explained in our ZINES.

This event would be held in Phantom Limb, a DIY Punk space situated right across a prominent university here in Kuching, Sarawak, BORNEO. So we could expect not only punks, but probably a handful of university students as well.

Suggested activity include:
Zine/Book Talk: featuring zine makers from the whole Southeast Asia, hopefully friends Kuala Lumpur, Singapore, Philippines and Indonesia could participate. Will try to get a few “established” writers to be on the roster, if any of the Lejen are interested. Talk can be organised in the form of Forums/Panels with moderator.

3-Hour (because 24 is too much) Make-A-Zine: making a zine on the spot together with other friends and get it copied immediately (we will try to haul up a photostat machine to out venue at 2nd Floor)
Zine Readings: Zine makers read from their selected writings.

Writing workshop: learn it from the pros. Yes, zines should have no rules to it, but hey, you wouldn’t know what the “teachers” could teach you in improving your input!

Buku Jalanan Booth- we will try to bring good Street Library people (also Occupy Kuching) to our venue to share their pick of books with us.

Zine-Trade areas: Trade your zines in this area! Give it out for free! Trade zines with kisses and hugs!

Zine on Screen: screening of documentaries on zines.

Zine-sing: erm, acoustic segment where people sing about zines, anyone?

Book swaps: Books on your shelf are not going anywhere after you read them, why not swap it? Why not lent it out?

Foods, drinks, music and potlucks!

POST-EVENT // LONGTERM PLANS:
This would not be a one-off activity. Longterm plans might include:
1) Fortnight Reading Circle- Marxism, Postmodernism, Philosophy- whatever you fancy- each member could be distributed a Chapter to read beforehand, and have the content discussed. “Expert” moderator from nearby University is highly possible to be invited to guide our understanding.
2) Literacy Programme: teach kids nearby Samarahan to read, write and maybe, make their own zines.
3) Zine distro: we could form a team when like-minded individuals gather… and maybe, establish a zine library at Phantom Limb, if there’s people to run it.

Date is also tentative & subjected to change. Keep yourself updated.

Volunteers are especially welcomed! Contact us at midinrecords(at)gmail(dot)com for details.

DIY Book Publishers interested to sponsor Books or like to have their promotional material distributed or provide any form of assistance is most welcomed. Books not Bombs!




Tuesday, November 27, 2012

OUT NOW!!! Borneo Grind Compilation!!!!!


 Akhirnya rilis juga!! Kompilasi band - band grindcore seantero pulau Kalimantan/Borneo!!
Total ada 14 band, 42 lagu dari lintas negara dan lintas provinsi di Kalimantan.
Kurasakuasa , Bronco Buster(Sarawak,Malaysia)
Ventral,Disculture,Shangkuanlingfeng,Melpomene at Orgasms,(Kalimantan Barat,Indonesia)
Bent,Bleuaaargh,Epitaph,Gilabastard(Kalimantan Timur,Indonesia)
Singkarat,Rottendisease,Muntahdarah,Haematoma (Sabah, Malaysia)
Rilisan ini diproduksi bareng - bareng dengan seluruh band, PTK Distribution, Kruust Hornier Distribution, dan Noisaurus Records.
Green C-60 Casette, Bands Profile&Song list sheet inside, Handmade&Re-use materal cover.
Harga nya : Rp 15.000 , belum termasuk ongkos kirim.
Mau mendapatkannya bisa menghubungi :
PTK Distribution =
085652348339
revivalpropaganda@gmail.com
Noisaurus Records =
ributkacau@gmail.com
089671957571
Kruust Hornier Distribution =
rerrkruuus@yahoo.com
089693417611
Kuching,Sarawak =
Saudara Kris Hansen ataupun Matt

Sunday, November 25, 2012

Finally, BALADA SUNGAI KAPUAS - Fetishist!!!!!


Akhirnya CD ini rilis juga!!!! Sebuah album terbaru dari BALADA SUNGAI KAPUAS, kolektif Hiphop yang sempat membuat gempar pada 2007 yang lalu. Kali ini tampil dengan formasi yang baru, musik yang baru, tapi tetap dengan sumpah serapah dan amarah yang lama.
EP ini berisi 13 lagu, dimana didalamnya juga berisi beberapa lagu yang unik nan nyentrik.

CD ini harganya Rp 10.000, belum termasuk ongkos kirim kepada teman - teman yang diluar kota Pontianak.

Silahkan cek preview dua lagu dari EP ini :



Sunday, October 7, 2012

Sunday, September 23, 2012

Out Now : Disculture - World's Vomit Anger


This is our latest release, it is DISCULTURE a two boy band playing a crappy crunchy grindy noisy sound.
With 11 songs inside a 3" CD-R and with cover and lyric sheet printed with home printers inside, this stuff costs Rp 10.000 for you to grab it, or just contact me, make a deal and trade with your DIY stuff.
ENJOY!




Wednesday, September 19, 2012

Coming Out Soon!!! DISCULTURE - Vomit World Anger


Seperti biasa, sebelum rilisan ini benar benar kami rilis, nikmati dulu sample lagu lagunya melalui video dibawah ini, GRIND AND ENJOY!!!!!!!!




Tuesday, September 18, 2012

Balada Sungai Kapuas - Festishist (demo version)


Sebelum akhirnya kami benar benar merilis full version dari EP nya BSK ini, silahkan nikmati dulu versi demo yang berisi 3 lagu ini. Silahkan di download disini

Sunday, August 12, 2012

Friday, August 10, 2012

Apotexsehat - Lima lagu jak lok (demo 2012)

Kami cuma ingin menghadirkan apa yang pernah kami dengar dari band band lain tentang kekuatan dan kekerasan kedalam sebuah kebisingan. Niat awalnya sih seperti itu, selanjutnya terserah kalian.


DOWNLOAD

Monday, August 6, 2012

OUT NOW Fourty's Accident-Against The Stream EP + SUB CHAOS Zine #11+More Stickers


The Fourty's Accident is an Indonesian Muslim Hardcore Band. They playing old school hardcore like Minor Threat, DS-13 and mixed with Youth crew style. Their lyrics are usually talking about Islam as the only one solution for every aspects in social life.








Thursday, August 2, 2012

VIDEO=> PRISONER FAILURE MIND-Ruang Kosong

Prisoner Failure Mind - Ruang Kosong

center;">center;">

Coming Soon Split of MONTERADO(West Borneo) x ALMOST FOR YEAR(Mexico)


Split yang dipertemukan dan akan dirilis oleh RUANG KECIL Label 




Listen to ALMOST FOR YEAR

Thursday, July 26, 2012

REVOLT - Bring That Beat Back EP

Hanya mau dengarin lagi lagi lagi lagi lagi dan lagiiiiiiiiii..........  Adonan hardcore gila dan cepet dengan gitar ngemat ala slayer, pluuuussss TERIAAAAAAAAKKKKKK!!!!!


Cek REVOLT disini :







Wednesday, July 25, 2012

Review Zine - A Typical Moment You Would be Happy to Put on Repeat

BAH Records adalah sebuah record label dari Bandung. Record label ini merilis band - band indie pop. Senang deh kemarin salah satu stuff produksi mereka yang aku pesan akhirnya sampai dengan selamat.
Aku pesan fanzine yang mereka bikin berjudul "A Typical Moment You Would be Happy to Put on Repeat" . Sepaket dengan fanzine nya adalah sebuah kaset tape, berisikan 6 lagu. Dan 3 buah pin yang terlihat di foto diatas adalah bonus dari mereka, hehehehe.
Aku selalu tertarik dengan record label, fanzine, ataupun rilisan-rilisan  indiepop, mereka biasanya punya artwork yang manis dan juga kemasan - kemasan yang kreatif. Terutama artwork nya deh, aku selalu suka artwork - artwork indiepop yang lebih mengedepankan kesan manis, lucu, dan memakai warna-warna cerah ataupun warna lembut.
Untuk fanzine "A Typical Moment You Would be Happy to Put on Repeat" ini, berisikan dua buah interview saja. Dua buah? Yah sebenarnya aku rasa kurang sih, seandainya mereka bisa menampilkan lebih banyak hal lagi baik itu mengenai scene indie pop, mengenai label mereka, atau hal apapun dalam perspektif indiepop didalam zine ini. Tapi ya sudahlah.
Interview pertama adalah interview dengan Kip Berman dari band The Pains Of Being Pure At Heart. Wooww, aku suka band nya, sebenarnya suka dengan satu lagunya aja sih, hehehehe..Interview ini dilaksanakan sebelum The Pain Of Being Pure At Heart melakukan tour South East Asia dan mampir di Jakarta. Interview dijawab dengan sangat sederhana dan bersahabat oleh Kip. Oiyah, Kip dan The Pain Of Being Pure At Heart ini kayaknya juga gak neko neko deh mereka, mereka cuma kepingin kita semua bisa dengar lagu mereka, syukur syukur kalo suka, dan berikutnya mereka kepingin untuk bisa tampil memainkan lagunya didepan kita.
Interview berikutnya adalah dengan Leanne dari band Fight Bite. Sekilas kedengaran kaya Fight Back yah, itu sih kaya band genjreng genjreng teriak tuh :D hehehehehehehehe.
Nah kalo si Leanne ini rada pendek pendek nih ngejawabnya, tapi mbak Leanne ini manis juga dehh...Minta nomor Hp dong mbak :D
Kaset tape sampler nya juga berisi band-band indiepop yang cihuuy cihuuy. Bener deh, kalo gak rajin rajin nyari info, aku pasti dari dulu sampe sekarang ngira kalo band indiepop itu cuma Mocca ama Pure Saturday doang..hahahahahahahaha. Salah banget, kebukti nih di kaset tape ini band nya keren keren. Salah satu yang top adalah Kapsul dengan lagu berjudul Martir. Oiyah, satu hal yang aku pelajari juga dari kaset tape ini, indie pop itu rupanya gak cuman mengenai pop simpel yang manis. Tapi juga bisa berupa sebuah musik dengan sound yang agak berisik dan yang nyanyi kaya orang males yang baru bangun tidur.



Cek rilisan dan update dari BAH! Records di website mereka :

                 (klik gambar)

Friday, July 20, 2012

Review Zine - Dua Edisi BAGI BAGI Zine



                                                     Review 2 edisi sekaligus Bagi-bagi zine

Akhirnya,terbayar sudah.Aku dapat beberapa zine dari acara kemarin,iya acara lady riot fest#2 dan launching album EP band hardcore sanggau “Fight For Free “(FFF)”As We Believe” di gedung Annex Untan 07 juli 2012 kemarin. Hasil bolos kerja? Tentu saja,ini menyenangkan,karena aku dapat zine . persetan dengan potong gaji! Hahahaha..
Halah mulai curhat, lansung aja, aku dapat 2 edisi bagi-bagi zine sekaligus dari editornya gratis, gratis? Jangan suuzon dulu. Aku bukan tukang palak zine,yah memang untuk beberapa zine yang lain terkadang ada sedikit tekanan-tekanan psikologis untuk si empunya PTK distribution ini, supaya mau menjualnya kepadaku ,dan tetap saja bagi-bagi zine ini tidak gratis buatku, si doski mulai mengirimkan serangan balasan yaitu meminta ku menanggapi 2 edisi zinenya sekaligus..yiiihaa..aku siap..aku siap!!

Dalam perjalanan kerja menuju perbatasan pagi hari
Mulai aku buka kembali tiap lembar potokopian yang penuh cutting paste hasil bolos kerja tempo hari,si jaka temanku sedang teriak-teriak nggak jelas mendengarkan full album ocean eyes nya owl city kalo nggak salah,sambil mengemudikan mobil box bermuatan yang bakal kami antar ke tujuan hari itu juga dengan sabar,tenang, merayap. Seperti biasa pagi hari jalanan masih sepi,sisa-sisa hujan dan bebatuan-bebatuan licin yang bermekaran di antara aspal yang rusak parah. Aku baca lagi tiap lembaran zine itu dengan guncangan-guncangan yang terkadang tidak bakal kamu dapat kan ketika menonton animasi petualangan tiga dimensi di Ancol. Aku memakai sabuk pengaman,memang tidak biasa,tapi aku benar-benar ingin membaca, (ahh kapan review nya neh?-red.). oke lah lanjut ma bagi-bagi zine yang aku baca sekarang, entah ini edisi yang keberapa? Yang jelas isi nya ada interview dengan PTK distribution,Milisi Kecoa, scene report Pontianak..dimulai dari salam pembuka,wow aku tersenyum..lansung nampar ma aktivitas dunia kerja,keluhan-keluhan rutinitas semisal harus on time ke kantor, merebaknya euforia si botak Mario teguh, dll.yang menarik adalah dedikasi di akhir cerita. Job addict is sick! Take a change.hahaha..sangat tepat sasaran. Ye lah man , topik pertama lansung di suguhi dengan review temporary autonomous landscape nya si Pam. (review?)hmm ini yang bikin penasaran,aku tak temukan ini di lapak zine kemarin, sama dengan menggapai utopia yang pernah di rekomendasikan oleh dode seorang teman baik dari palembang, dugaan sementara mungkin karena sudah habis,atau potokopiannya terbatas,atau sengaja di sembunyikan dariku,atau karena aku terlalu fokus dengan yang gratisan (sepertinya yang terakhir lebih mencurigakan) . Balik ma review diatas,ini diary project nya si Pam,klo nggak salah terawangan ku ini buku diari nya, bisa di jadikan alternatif, namun mengingat setiap individu mempunyai kondisi dan sikap yang berbeda dalam menyikapi kehidupannya,tidak ada salahnya membuat diary project nya sendiri-sendiri.ingat ini hanya alternatif. Kemudian ada interview dengan band punk Saturday night karaoke. Descendent? Hell yeah..tapi aku bingung apa itu band generasi awal? Senior-junior kah? Mohon penjelasannya dude..dan seberapa keren yah MTV dulu? Maklumlah dulu yang aku tau acara tv mah silverhawk ma flash Gordon . selanjutnya interview dengan PTK distribution. Yang nginterview si Dwi”sukarame” (ngape musti (R.I.P) dwi? ),so, jangan lansung nge-judge kalo si aldiman punya dua kepribadian (yang tabah ye man?) semua topik menurutku adalah tentang semangat. Bagaimana tidak? Sangat sulit untuk konsist dalam pendistribusian zine2 ,kaset,cd-cd DIY di saat kondisi sekarang,apalagi untuk lokal di Pontianak sendiri. Ironic but its true!! Memang mungkin ada individu-individu yang masih berusaha mempertahankan etos ini,namun itu cuman se-upil.belum lagi energi yang kembang–kempis, aku salah satunya (ngace!! teriak Jaka). Jadi sekedar saran neh atau lebih tepatnya menimpal pertanyaan dwi,mengingat pemekaran wilayah, bagaimana kalo PTK nya diganti KR(Kubu Raya) distribution? Satu lagi yang menarik di akhir interview mengenai reproduksi kucing eh salah paling akhir..tentang dreamin project..taman bacaan mungil..owh godspeedyoulibrary..ada yang mo patungan, bantuin dana juga boleh?

Trus ada sedikit tulisan,judulnya nggak jelas,o iya ada manything change in year then what? Sepertinya ini semacam trauma masa kecil,berbeda denganku dikit cuman,kayaknya hadiah tamparan lebih banyaklah tapi ya sudah lah,aku harap aku tidak seperti itu kelak,jika keadaan memaksa paling tidak aku punya alasan yang kuat,menurut ku apa sih yang bukan bentuk kekerasan di era modernitas seperti sekarang? Apalagi generasi anak-anak kita selanjutnya..tapi aku tetap berikhtiar sebisa mungkin tidak untuk mempraktekkan itu walaupun aku pernah mengalaminya.ahh..

Kemudian ada resensi zine-zine bagus dan keren di pertengahan halaman. Tak perlu panjang lebar,si doski membahasnya dengan sangat baik,tapi yang paling mengejutkan zine ekskul yang di buat oleh anak-anak sekolah menengah pertama di Jawa Barat. i’m speechless..terlepas dari carut-marut mutu pendidikan di negeri ini, memasukkan materi membuat zine sebagai kurikulum tambahan di sekolah adalah ide yang brilian.

 O iya ada yang terlewatkan(page sheet nya zine punya ku berantakan man).
,interview dengan Tobek “alwayst last” band punk KL.aku sempat baca rilisannya di shock&awe..jadi penasaran dengerin lagu nya. Disini nasionalisme juga di permasalahkan,yah memang seperti begitulah Indonesia.seperti kebakaran jenggot kalo ada isu-isu pengklaiman yang nggak jelas seperti itu,tipikal media massa nya juga sama,sok netral,tolol,diskriminatif dan pada saat yang sama mengkampanyekan standarisasi trend bagaimana menjadi metroseksual ala korea idaman lengkap dengan slempak atau cangcut yang musti di pake. Btw selamat menikah tobek dan shah always last. trus review jurnal Amorfati#4 hahaha..keluar juga neh review,aku ingat aldiman udah mencak-mencak nggak jelas di email.nunggu balasan tak kunjung datang.(tapi aku tau,aldiman itu penyabar! )
kemudian ada scene report scene Pontianak,wah bagaimana yah perkembangannya,baca sajalah! Then,another untitled personals opinion..ratapan seorang anak religius kupikir ,lansung interview lagi dengan band punk mexico,jujur aku tidak terlalu tertarik dengan band ini walaupun nun jauh di sana,entahlah mungkin karena pembahasannya entahlah aku nggak terlalu tertarik membahas tai ,but I love skating too dude. Nah ini yang kutunggu interview ma Milisi Kecoa,bukan hanya karena aku termasuk fans berat artwork salah satu personilnya,tapi karena band ini memang cool!! Coba aja dengar lagu nya.khusus nya “punkrock terdomestikasi”.

Lanjut dengan interview dimensi7,sudah kebayang kan kalo band grunge,seattle sound gitu..tapi nikmatin aja reviewnya di sini,dan jangan lupa nikmatin juga lagu nya. To die !! ternyata interview copas dari Stone Age record. Sama dengan Milisi Kecoa yang salah satu personil nya punya zine beyond the barbed wire ma boredom. Salah satu personil To die juga ada yang buat zine. Aku punya salah satunya, yang 3 way split malah semua penjelasan mengenai band ini udah di kupas tuntas di zine ini.(lha aku kebagian apanya dong?)namun untuk review lengkap kamu musti kunjungi lansung net label Stone Age Record di http://www.stoneagerecords.co.cc/. nah,ada lagi opini mini oh lonely shore..asli nih anak galau banget,namun di balik kegalauannya dia mempunyai pandangan yang jauh melampaui teman sebayanya (“sok tua njeng ”timpal jaka-red) tapi zine ini buktinya ka!! (ye tapi jangan sok tue!! Lanjut jaka) ok lah,terakhir ma review band lokal Morfem,pengen denger ah ntar, penasaran,jaka pasti suka kayaknya.aku juga mungkn,eaaa kakak.sekarang aku lihat jaka sudah mulai mengantuk,aku maklum stamina kami memang sengaja di upgrade di luar batas untuk pekerjaan,dan paket yang kami bawa harus sampe sebelum jadwal makan siang. Matahari sudah mulai ngeluarkan pijar hangatnya di ufuk timur,kami berhenti di persimpangan jalanan lintas antar Negara,sekarang giliran aku menyetir,belum piawai sebenarnya walau sudah pernah punya sim A,karena terlalu bebal mungkin,tapi untuk jalan bagus bisa lah dikit-dikit,merayap pastinya. Kok jadi bercerita? yah sudah lah dengkuran jaka ma monodramatik nya balcony mengakhiri review satu edisi bagi-bagi zine hari ini.

Masih di hari yang sama,udah mulai sore plot tak beraturan

Tinggal satu tempat lagi, kendaraan yang kami tumpangi terus melaju berpacu waktu, kemudi telah di ambil alih jaka,ia ingin pulang lebih awal,supaya dapat bermain dengan anaknya setelah pulang nanti, tak lupa 2 kotak susu malaysia telah ia persiapkan untuk sang buah hati tercinta. Kali ini lagu yang menemani kami Bvrtan dan Catharsis & Newspeak - Live In The Land of The Dead,biar lebih segar katanya. sudah menjadi kebiasaan kami sekedar suplemen dalam perjalanan.musik adalah hal yang wajib.beruntung si jaka terbuka dalam hal menikmati musik,dia malah mempercayai ku dalam menyuplai lagu. Nah lanjut dengan review bagi-bagi zine edisi 27-06-2006. yang ini agak tipis,namun cukuplah bagi ku,mungkin untuk deadline lady riot fest#2 ya man? Dugaan awal sih,coba kita tebak isinya, yuhuu..nampar lagee buat ku dengan pembukaan awal,kau masih bisa bikin zine man,kalo aku ? lebih tidak produktif pastinya hahah.lansung ke topik awal.mari memasak..untuk yang ini,bisa lah, untukku ini telah menjadi salah satu rutinitas yang menyenangkan di rumah apalagi pernah jadi anak kost. Gathering mahal,dana hidup bulanan nggak seberapa,yah harus bisa masak, cooking is so sexy. Kamu nggak harus kelaparan kalo bisa masak. Setelahnya nkita lansung dengan ilustrasi seorang wanita yang pake celana pendek hot pants ya man? Baju ketat,dan yang satunya pake kerudung panjang lengkap dengan cadar,trus ada tulisan please,just respect us the same way like you respect yourself. Jadi ingat pernah nyambi buka situs jejaring trus di beranda ada link teman dan sedikit penjelasan bahwa tempat yang sedikit kasus pelecehan seksual dan area bebas menggunakan hot pants ,rokmini atau apalah itu ada di singapura. Akh aku tidak percaya,dan benar saja beberapa hari kemudian,di media massa lokal memberitakan masih di tempat yang sama telah terjadi kasus pencabulan,yang paling mengejutkan bagiku korban nya adalah seorang nenek,WTF. Beneran!! Kita juga pernah membaca berita bahwa tempat se bebas prancis, mengeluarkan peraturan pelarangan penggunaan jilbab bagi perempuan muslim disana dengan alasan stabilitas,kemudian setelah mendapat kecaman oleh berbagai pihak, peraturan tersebut di beri kelonggaran dengan jilbab dan cadar,tapi tetap menurut ku itu sama saja. Permasalahan nya bukan dengan apa yang kalian pakai saudara-saudara perempuanku,kalo boleh aku sok tau. Ini adalah bagaimana cara menghancurkan stigma “mahluk inferior “ perempuan dalam persepsi masyarakat,dan menurut ku dengan cara berpakaian sebagai satu-satunya ekpresi bukanlah hal mutlak (Hah! Telanjang? Respon Si jaka berbinar-red). Bukan itu maksud ku, pasti ada alternatif lain lah jak. Nggak cuman dari pakean saja. Aku priibadi menyikapi nya dengan caraku sendiri,dengan menjaga pandangan ,menghindari kontak lansung dalam durasi yang lama misalnya,terdengar kuno but it works,dan ada lagi yang lebih kuno,berhenti onani apalagi sasaran fantasi nya adalah teman-temanku yang perempuan hahaha. memang konyol dan terlalu sepele,namun menurutku untuk memulai suatu perubahan yang besar harus di mulai dengan hal-hal yang sepele dan ini pun telah lama bekerja. Tapi bagaimana dengan mimpi basah? Nah kalo yang ini sulit,mungkin teman-teman yang lain ada yang ingin memberi solusi?:) kemudian lanjut ma ilustrasi kedua hahhaha..pernah seorang teman di luar sana mengirim kan pesan yang isinya bagaimana menjadi seorang ateis yang baik lengkap dengan teori-teori pendukungnya,bahkan aku baru tau kalo manusia merupakan mahluk rantai terakhir dari proses evolusi yang panjang dari nenek moyang nya yaitu amoeba pada miliaran tahun yang lampau (seperti itulah gambaran salah satu teori pendukung nya). Lama ku berpikir,entah lah aku lupa dengan apa yang kupikirkan saat itu,kemudian aku balas saja pesannya kurang lebih seperti ini: maaf tanpa mengurangi toleransi semua kebutuhan personal individu apakah ia ingin ber agama atau tidak,bagiku ateis juga sebuah agama. Karena itu ada di religious views akunmu. Respon yang aku dapatkan begitu mengejutkan,dia mulai melontarkan penyataan diskriminatif,dari a-sampai z agama takluput dari hujatannya, lengkap dengan paket kebun binatang dan kotorannya. Seperti nya dia berusaha memancing emosi ku, lantas aku jawab saja seperti ini: bahwa aku memang sengaja untuk tidak menyisipkan pilihan personalku di sini,karena alasan-alasan yang memang dia tak perlu tau dan tanggapan-tanggapan yang baru saja di lontarkannya kepadaku. Baik atau buruk itu pilihan personal. Dan ilustrasi di bawahnya ini masalah penghancuran tempat-tempat ibadah di beberapa kota di Negara terkutuk ini, entah mungkin merasa menjadi umat yang dominan, di luar juga begitu seperti nya, tipikal perilaku manusia-manusia modern,pola pikir sempit dan dungu. Selalu bisa ketebak reaksinya jika coba di diskusikan dan di komunikasikan baik secara lansung atau pun tidak lansung, men cap kafir lah,murtad,liberal bahkan tidak sedikit yang memberi respon dengan kekerasan. Jangan kan polemik antar agama, antar RT saja bisa tawuran gara-gara masalah sepele,hahahah…mampus saja lah! Next, ada ilustrasi abstrak dari rizka edmanda,biar coba ku tebak itu sapi ya bo? Ato larva? Tapi hore..bobo mengambar tapi kalo liat dari tulisannya sih aku rasa bobo mulai peduli ma lingkungan di sekitarnya..betol ndak bo? Lanjut dengan sebuah opini “hentikan ekpansi sawit di kalbar” asiik udah ada yang peduli. Namun di penghujung topik ada yang tidak berkenan bagi ku. Omong kosonglah mengharapkan ada atau tidak nya realisasi penghentian ekspansi sawit di kalbar dalam agenda pemilihan gubernur nantinya. Asal tau saja,tahun kemarin ada semacam award untuk para investor dan cukong yang telah berprestasi dalam pengrusakan hutan di kal-bar. Entah semacam nominasi busuk apakah? Dan penyerahan thropy nya sapa lagi kalo bukan yang terhormat putra daerah kebanggan kal-bar, ya gubernur itu tadi. Putra daerah yang selalu support dengan kehancuran alam di daerahnya sendiri dengan alasan pembangunan dan perekonomian.hip..hip..horay! lalu ada interview dengan nizang”mosh”,trus ada tutorial menarik tentang cara membuat zine dan bikin sampul album CD band mu sendiri..ilustrasi nya lucu..di tambah dengan penjelasan-penjelasan yang nggak terlalu menjlimet.dan yang terakhir teka-teki silang,yang hobi TTS di mari yah akhirnya.review ini berakhir di saat paket terakhir udah di antarkan.matahari mulai merona,aroma di dalam kendaraan ini juga sudah mulai campur aduk.di tambah bau busuk limbah tandan sawit yang terbengkalai di sisi jalan. Jaka terus memacu laju kendaraan.kami harus sampai disuatu tempat yang biasa kami jambangi yah sekedar untuk menumpang mandi atau menjalankan kegiatan yang kami butuhkan walau selang beberapa menit, sebelum matahari tenggelam.***

Review ditulis oleh : Dede Jul

Tanggapan dari editor BAGI BAGI Zine :
Aku rase gak ade yang kurang jelas, cuma mau nge respon beberape jak....
1 . Yapp, betul punya sebuah space adalah salah satu impian aku...Yah, bise dibilang kalo bise didalamnye all in...taman baca, toko, tempat kumpul dan ngobrol2, kalo bise sekalian nge handle tempat untuk ngadekan acara musik/non musik kecil2an...kenapa all in,karena aku yakin perlu ade subsidi silang kalo ngejalanin yang kaya gitu...donasi dan duit patungan jangan selalu dijadiin tumpuan utama... DIY itu gak selamanya berarti ngeluarin uang dari ongkos pribadi melulu kan, semestinya itu bise jadi sebuah cara kecil kite didalam sebuah sistem ekonomi yang lebih besar (halaaahh gayaa, hahahahahaha). Sebenarnye ade sebuah warung tak terpakai yang selalu aku lirik setiap kali aku lewat, tempatnye di sekitar rumah sakit sudarso...cume masih banyaaakkk jak ketakutan2 gak penting didalam hati ini(*haduuuhh :D) yang suke timbul... hehehehehe...

2 . Menggapai Utopia emang udah abis dek..aduhh sori dek,janji buat nyisain kau satu pcs tak aku tepatin... Lemah di manajemen, itu salah satu kelemahan aku dek, dan itu juga salah satu ketakutan yang berkaitan dengan nomor 1 diatas

3 . Mengganti PTK Distribution menjadi KKR Distribution? halaahh, nggakkk!!! Hahahahahaha... Lagipula PTK itu cuma nama yang aku ambil karena aku selalu bingung setiap kali harus nentuin nama untuk sesuatu, baik itu nama acara, nama band, nama zine, nama projek, mungkin ntar juga nama anak, hahahaha...Jadi biasanya aku ambil nama yang tiba tiba terlintas, kedengaran konyol,dan enak diucapkan.

4 . Deeeekk, aku baru nyadar, bahwa zine aku yang sudah difotokopi itu urutan halamannye kacau tak beraturan.....gak semuanya sih, tapi beberapa halaman itu terbolak balik...Aku baru nyadar, pas kau tulis, ada review zine di tengah tengah... Huaaaaaaaa, tukang fotokopi nye sengaaaaaaaaaaakkkk....Jadi pembuat zine emang banyak cobaan,hambatan,rintangan...aduuuh,akhirnya aku sadar,kesalahan aku dalam hal melayout zine,gak pernah ngasi nomor halaman (huaaaaaaaaaaaaaa)

5 . Sebenarnya aku gak pernah ngerti apa makna kata galau, IM3 lah berjasa mempopulerkannya . Oiyah, bagian "oh my lonely shore" itu sebenarnya sih juga berguna sebagai promo pantai asoyy yang lebih private ketimbang pasir panjang.

6 . Ralat, di cover aku gak tulis 27 - 06 - 2006 dek, tetapi 27 - 06 - 2012

7 . Yapp, selain untuk ladyriot fest#2, menerbitkan bagi bagi zine yang terbaru juga bagian dari usaha aku untuk turut menjadi pelaku dalam international zine month dan bandung zine fest. Dan aku udah sejak lama terkagum kagum dengan betapa unyu unyu nya tampilan zine di beberapa penerbit zine dan distro zine luar indonesia. SUPPORT UNYU ZINE (lagi lagi neh, unyu itu artinya apa seeeeehh? )

8 . "Kamu nggak harus kelaparan kalo bisa masak" =>wawww ini sebuah quote apik cantik manis dari DEDE JUL

9 . "...berhenti onani apalagi sasaran fantasi nya adalah teman-temanku yang perempuan hahaha..." =>wahh,solusi kau yang ini agak berat nih dek, hahahahahahahahahahahaha....

10 . "..pernah seorang teman di luar sana mengirim kan pesan yang isinya bagaimana menjadi seorang ateis yang baik lengkap dengan teori-teori pendukungnya..." => OYaaahh?? AKu baru tau, kalo ateis juga punya misionaris...mungkin berikutnya bakal ada "THE ATHEIST BIBLE"..upps,hehehehe....

11 . Iya dek, aku juga agak gimana gitu dengan bagian penutup dari tulisan tentang sawit, kiriman dari seseorang itu. Tapi,mungkin PR besar juga buat kita kita adalah gimana lebih ngegaungkan ini. Karena ekspansi sawit,sekarang ini di daerah kalbar juga udah gak berurusan sama perusahaan gede doang, udah banyak juga pemain pemain baru di level kelas teri. Dan PR lain juga mungkin,apa tindakan konkrit, yang simpel tapi nyata yang bisa dilakukan.....