Monday, August 12, 2019

Wukir Suryadi Dan Bebunyian Industrial

Warga kota metropolitan yang akrab melihat keramaian kendaraan bermotor dan warga daerah industri yang akrab dengan aktivitas pabrik dan proyek pembangunan adalah orang - orang yang sudah terbiasa mendengar rangakian suara bising yang sangat tidak teratur. Namun saya heran, kok ada cukup banyak musisi/seniman yang menghasilkan karya suara bising tak teratur ini justru berasal dari kota Yogyakarta ya? Yogyakarta sebuah kota pelajar yang dikenal berhati nyaman. Salah satu yang berasal dari sana adalah Wukir Suryadi(Wukir).
Sumber : Wukir Suryadi

Banyak yang mengenal sosok Wukir bersama grup duo nya SENYAWA. Eksperimentasi olah vokal dari Rully berpadu dengan eksperimentasi suara dari alat musik buatan sendiri dari Wukir. Namun, Wukir sudah mulai berkarya sebelum bersama SENYAWA. Melalui label rilisan digital Yes No Wave saya menemukan Wukir pertama kali melalui rilisan Antara Dapur & Lingkungannya. Dan beruntung sekali pada tahun 2018 Wukir bersama SENYAWA berkesempatan melakukan showcase di Pontianak. Kesempatan yang begitu berharga itu saya manfaatkan dengan mengajak Wukir untuk ngopi bareng disuatu pagi yang cerah sembari menatap pemandangan Sungai Kapuas. Sosok sederhana yang begitu optimis, optimis untuk terus mencari eksplorasi baru dari barang - barang yang berwujud untuk diolahh dan menghasilkan bebunyian yang khas dan melampaui aturan bebunyian serta kesenian.

Pada 29 Juli yang lalu Wukir berkesempatan melakukan sebuah konser di Malang dengan dibantu oleh teman - teman dari Malang Sub Noise. Wukir menampilkan permainan alat - alat sehari - hari serta menghasilan bebunyian yang mengingatkan kita pada aktivitas industri pabrik maupun proyek pembangunan. Tidak hanya menggunakan alat musik dari bambu, bebunyian juga dihasilkan dari butiran beras dan kacang hijau yang dijatuhkan pada plat kuningan.


Audio dari penampilan konser di Malang tersebut direkam dan telah diunggah pada akun bandcamp milik Wukir sendiri. Sangat disarankan untuk mendengarkannya menggunakan headset, selain dikarenakan kita perlu mendengar detail bunyi yang dihasilkan juga untuk jaga - jaga supaya jangan sampai teman disebelah kita malah merasa terganggu dengan bebunyian dari rilisan ini. 

KALBAR NOISE FREAX, KUMPULAN KEBISINGAN YANG TIDAK TERATUR DARI KALIMANTAN BARAT

Telah rilis sebuah album kompilasi yang merangkum bebunyian eksperimental noise asal Kalimantan Barat. Album kompilasi yang berjudul KALBAR NOISE FREAX memuat lima buah track yang menampilkan ragam kebisingan mulai dari yang berbagu breakcore, noisecore, darkwave, dan harsh noise. Masing - masing track berasal dari individu maupun grup yang tinggal di kota - kota yang berjauhan di dalam area provinsi Kalimantan Barat. Selain itu  sepengalaman kami musisi eksperimental/noise juga kadang adalah orang yang tidak menetap tinggal di Kalimantan Barat ataupun orang yang tidak menetapkan diri untuk terus membuat karya eksperimental/noise.

Album kompilasi ini dirilis secara digital melalui label Kamar Lo-Fi Records. Label rekaman digital ini juga dijalankan oleh salah seorang pelaku eksperimental noise asal kota Sintang, Kalimantan Barat. Menurut informasi, album kompilasi ini akan dibuat kelanjutannya dan menampilkan track - track lainnya dari pegiat eksperimental noise yang ada maupun yang belum terekspos.

JoeMillion X Indra Menus : Ketika Rapalan Kata Berkawin Mesra Dengan Gelombang Suara

Teman - teman pembaca ada yang belum kenal Indra Menus? Ya mungkin saja masih banyak yang belum kenal ya. Beliau adalah seorang teman, sumber inspirasi, musisi, aktivis skena, pegiat zine, dan juga jagoan nggerus dari Yogyakarta. Bagaimana dengan Joe Million? Seorang rapper asal Papua yang belakangan namanya kian mencuat dengan style rap yang rapat dan panjang - panjang. 

Dan apa yang ada di benak kalian semua ketika mendengar perpaduan antara hip hop/rap dengan eksperimental noise? Mungkin beberapa ada yang langsung menunjuk pada lagu Barisan Nisan milik Homicide. Nah, kita juga bisa mendengar perpaduan antara rangkaian bunyi eksperimental noise dengan deretan rapalan kata yang cepat melalui buah karya kolaborasi rap dan eksperimental noise pada proyek kolaborasi antara Joe Million dan Indra Menus ini.

Sumber : Indra Menus

Tahun 2018 lalu adalah awal mula kolaborasi lintas genre ini. Rekaman empat track yang sebelumnya dirilis via toko digital lalu dikemas ulang dalam format kaset oleh Otakotor Records dan Noise Bombing. Sambutan yang didapat pun beragam mulai dari pro dan kontra ketika mendengarkan perpaduan Rap yang ngebut dengan eksperimentasi Noise. Memang hasil komposisi yang dihasilkan kolaborasi ini tidak mudah untuk dikonsumsi bagi semua orang. Seiring berjalannya waktu, dari hasil promosi tradisional mulut ke mulut, sampailah rilisan ini ke Perancis yang kemudian membuahkan hasil diundangnya mereka untuk bermain di Prisme Festival. Dikutip dari laman website-nya, festival tahunan yang diselenggarakan di Nantes (Perancis) ini adalah “sebuah event yang bertujuan untuk merayakan praktik dan dinamika film analog saat ini serta mempromosikan jaringan yang berkomitmen untuk pengembangannya, eksperimen artistik secara umum, dan filosofi Do It Yourself.”

Pada pertengahan tahun 2019 ini kolaborasi mereka berlanjut, selama seminggu Joe Million dan Indra Menus melakukan marathon brain storming ide untuk membuat komposisi baru kolaborasi kedua mereka. Untuk mendapatkan ilham dalam menulis lirik pun Joe tak segan melakukan perjalanan spiritual di pagi buta ke gumuk pasir pantai Parang Tritis. Maka terciptalah lima lirik baru yang kemudian ditambah satu lirik lama yang digubah ulang musiknya untuk kemudian direkam di Watchtower Studio, Yogyakarta. Masih bersama engineer Bable Sagala (Risky Summerbee & The Honeythief/Metalic Ass), ke enam lagu berhasil dieksekusi secara live selama tiga jam rekaman. Selain direkam, hasil workshop penulisan lagu tersebut kemudian akan di-presentasi-kan bersama dalam sebuah showcase. Showcase lagu – lagu hasil kolaborasi ini telah diselenggarakan pada tanggal 7 Juli 2019 di Arkadia Communal Space, Yogyakarta.
 

Pada salah satu lagu dari rilisan terbaru, mereka mengajak Jandon Banyu dari BDB untuk mengisi beatbox di satu lagu lama Joe berjudul “Sindikat Indie”. Berkat part beatbox yang disemburkan Jandon, komposisi ini tersimak lebih rancak dengan balutan suara modular synth dan dentingan waterphone yang dipukul secara random. Lagu yang bercerita tentang pergerakan musik independen di arus industri ini dipilih sebagai single andalan untuk album kolaborasi kedua mereka. Lagu ini sudah bisa dinikmati melalui link: http://bit.ly/JoeMillionIndraMenusSindikatIndie

Rencananya keenam lagu ini akan dirilis dalam format kaset bertepatan dengan gelaran Cassette Store Day 2019 di bulan Oktober nanti. Tak berhenti disitu mereka juga berencana untuk bermain di Prisme Festival, Nantes (Perancis) akan dilanjutkan dengan tour ke beberapa kota lain di Perancis, Belgia dan Swiss. Tour ini akan dimulai di Brussel (Belgia) pada 3 Desember, menyusuri beberapa kota di Perancis, Swiss dan berakhir di Paris tanggal 15 Desember.

Sunday, August 4, 2019

Playlist Video Penampilan Band Dalam RECORD STORE DAY PONTIANAK 2019







Record Store Day Pontianak 2019 telah berlalu, tetapi kenangan belum tentu.

Buat teman - teman yang juga masih ingin membeli CD Kompilasi Record Store Day Pontianak 2019 bisa menghubungi Instagram : @ptkdistribution ataupun kirim pesan WhatsApp ke +6285652348339

Monday, July 22, 2019

Persaudaraan Musik Cepat Antara BLACK//HAWK & DISFARE Dalam Split Album


"Hardcore Punk adalah lebih dari sekedar musik", adalah sebuah pernyataan yang sering kita dengar dan saya yakin juga diyakini oleh banyak orang yang punya ketertarikan pada hardcore punk. Mendefinisikan hardcore punk sudah tidak bisa sesederhana sebagai sebuah karakter musik yang baku, bahkan hardcore punk bisa lebih luas lagi kita maknai sebagai sebuah budaya. Karena didalamnya tidak hanya mengenai accord gitar, ketukan drum, ataupun suara berteriak, tapi juga ada hubungan persahabatan yang menembus batas - batas geografis didalamnya. Hubungan persahabatan dalam hardcore punk biasanya bisa dipraktekkan dengan membuat sebuah split album.


Black//Hawk yang dibentuk pada tahun 2012 di Palembang sebelumnya telah merilis satu mini album pada tahun 2015. Sementara Disfare yang telah merilis beberapa rilisan sebelumnya dibentuk tahun 2013 di Jakarta. Mereka adalah dua band yang berdomisili berbeda, tapi keduanya sama - sama bermain di ranah spektrum musik yang sama yaitu hardcore punk yang kental dengan elemen grindcore dan powerviolence. Selain itu untuk rilisan Black//Hawk – Disfare Split Album ini bukan hanya bandnya yang bekerjasama, tapi label rekaman yang merilisnya pun melakukan kerja kolaboratif. Mereka adalah dua label independen, Rimauman Music (Palembang) dan Resting Hell (Kediri).
Split album ini dirilis di bulan Juli 2019 ini dalam format cakram padat atau compact disc. Masing-masing band memasukkan lima lagu dalam album berisi sepuluh lagu dengan keganasan yang direkomendasikan bagi penggemar band seperti Spazz, Cursed dan Magrudergrind.

Jika kalian tertarik untuk memiliki rilisan ini, sebelumnya bisa mendengarkan dua buah lagu masing - masing dari BLACK//HAWK & DISFARE yang diambil dari split album mereka.


BLACK//HAWK
Band Contact:

DISFARE 
Band Contact:
instagram.com/disfare_